' Dinas ESDM Kabupaten Bogor Optimalkan Potensi Pertambangan Untuk Kesejahteraan Masyarakat - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Dinas ESDM Kabupaten Bogor Optimalkan Potensi Pertambangan Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Dinas ESDM Kabupaten Bogor Optimalkan Potensi Pertambangan Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Written By dodi on Friday, August 3, 2012 | 8:00 AM

Keterangan 1: Kegiatan penggilingan batu (stone crushing) sebagai bagian dari kegiatan penambangan batu andesit merupakan wujud pemanfaatan sumber daya alam demi kesejahteraan masyarakat.

KAB.BOGOR (LJ) - Potensi sumber daya alam yang ada di wilayah Kabupaten Bogor sangat melimpah. Pasalnya, kekayaan alam sektor energi dan sumberdaya mineral beragam. Demikian dikatakan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Minereal (ESDM) Kabupaten Bogor, Ir. H. Koesparmanto, CH. MM kepada LINGKAR JABAR, Kamis (2/8) di ruang kerjanya kemarin.
”Potensi kekayaan alam yang dimilik Kabupaten Bogor sangatlah melimpah dan beragam jenisnya, baik berupa potensi mineral seperti emas, batu andesit, batu kapur dan pasir,  panas bumi maupun air tanah.”, ujarnya.
Menurutnya, sesuai amanat Undang Undang  (UUD) Tahun 1945 Pasal 33 ayat 3 kekayaan alam tersebut dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Saat ini terdapat 138 Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang tersebar khususnya di wilayah Bogor Barat serta sebagian di Bogor Timur.
“Berdasarkan Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara maka lokasi usaha pertambangan harus berada di dalam suatu Wilayah Pertambangan (WP) yang merupakan bagian dari tata ruang,” terangnya.
Saat ini untuk perijinan baru usaha pertambangan, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor sedang dihentikan, karena saat ini pemerintah pusat sedang melakukan moratorium (penghentian sementara) untuk menyetujui izin usaha penambangan (IUP). Sambil menunggu hasil konsultasi pemerintah dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia(DPR-RI) terkait dengan penetapan WP tersebut.
“sejak 6 Maret 2012 lalu pemerintah pusat telah melakukan moratorium mengambil kebijakan untuk melakukan moratorium (penghentian sementara) keluarnya IUP baru,” jelas mantan salah satu Kabid Dinas Tata Ruang Kabupaten Bogor tersebut.
Lebih lanjut  Kosparmanto mengatakan, momentum moratorium ini kita jadikan kesempatan untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap kegiatan usaha pertambangan yang ada di wilayh Kabupaten Bogor.
“Dengan demikian diharapkan kegiatan usaha pertambangan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat serta mampu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,” tambahnya
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger