' Dinas ESDM Kabupaten Bogor : Menitik Beratkan Upaya Konservasi Dalam Pengelolaan Air Tanah - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Dinas ESDM Kabupaten Bogor : Menitik Beratkan Upaya Konservasi Dalam Pengelolaan Air Tanah

Dinas ESDM Kabupaten Bogor : Menitik Beratkan Upaya Konservasi Dalam Pengelolaan Air Tanah

Written By dodi on Tuesday, August 7, 2012 | 8:00 AM

KAB. BOGOR (LJ) - Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia (UU-RI) Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air Pasal 3 disebutkan, bahwa Sumber daya air dikelola secara menyeluruh, terpadu, dan berwawasan lingkungan hidup dengan tujuan mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Demikian dikatakan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Bogor Ir. H. Koesparmanto, CH, MM kepada LINGKAR JABAR
“Karena air tanah mempunyai peran yang penting bagi kehidupan dan penghidupan masyarakat, karena fungsinya sebagai salah satu kebutuhan pokok sehari-hari,” katanya
Menurut Koesparmanto, di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Bogor 2009 - 2013, pihaknya telah menetapkan indikator kinerja program konservasi air tanah yaitu target untuk tetap menjaga elevasi muka air tanah tidak mengalami penurunan lebih dari 5 meter dari kondisi dasar tahun 2008.
Sementara itu, Kepala Bidang Air Tanah dan Mitigasi Bencana Geologi  Dinas ESDM Ir. Drs. Ridwan Syamsudin, MSi mengatakan, keberadaan air tanah sangat ditentukan oleh kondisi geologi dan curah hujan, sehingga pada sebagian besar wilayah Kabupaten Bogor (kecuali pada sebagian wilayah timur) air tanah relatif terdapat dalam kuantitas dan kualitas yang sangat baik.
“Dengan telah disahkannya Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bogor tentang Pengelolaan Air Tanah, maka Kabupaten Bogor telah memiliki landasan hukum utuk melaksanakan upaya pengelolaan air tanah.Pengelolaan air tanah meliputi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dari kegiatan konservasi, pendayagunaan dan pengendalian daya rusak air tanah,” ujar Ridwan
Kegiatan tersebut ditujukan untuk mewujudkan kelestarian, kesinambungan, ketersediaan serta kemanfaatan air tanah yang berkelanjutan. Pengaturan pengelolaan air tanah diarahkan untuk mewujudkan keseimbangan antara upaya konservasi dan pendayagunaan air tanah.
“Upaya konservasi air tanah dilakukan untuk mencegah kerusakan kondisi dan lingkungan air tanah yang dapat terjadi karena penyusutan ketersediaan air tanah yang diikuti oleh penurunan muka air tanah yang tajam sehingga dapat menimbulkan dampak negatif berupa pencemaran air tanah, land subsidence atau kekeringan dan amblesan tanah,” ungkapnya
Lebih Lanjut Ridwan mengatakan, bahwa pengaturan pendayagunaan air tanah diarahkan untuk mendukung upaya mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan air tanah secara terus menerus serta berkelanjutan. Dalam cekungan, air tanah dapat mengisi sungai, waduk atau danau dan sebaliknya air sungai, waduk atau danau dapat mengisi akuifer tempat terdapatnya air tanah.
“Untuk itu diperlukan prinsip keterpaduan pengelolaan antara air tanah dengan air permukaan dengan lebih mengutamakan penggunaan air permukaan. Dengan terjadinya peningkatan perolehan Pajak Air Tanah, diharapkan paling tidak 20% dari dana tersebut dikembalikan lagi untuk upaya konservasi air tanah, karena selama ini anggaran untuk pengelolaan air tanah tidak lebih dari 2,5%, ” kata pria asal Makasar tersebut.
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger