' Dinas ESDM Kab. Bogor : Dukung Gerakan Nasional Penghematan Energi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Dinas ESDM Kab. Bogor : Dukung Gerakan Nasional Penghematan Energi

Dinas ESDM Kab. Bogor : Dukung Gerakan Nasional Penghematan Energi

Written By dodi on Wednesday, August 8, 2012 | 8:00 AM

Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Kabupaten Bogor  mendukung sepenuhnya kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor atas himbauan dari Pemerintah pusat agar anggaran negara yang digunakan untuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dapat lebih dihemat, sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya
 
”Bahkan Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) secara langsung mengimbau seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak menggunakan bahan bakar minyak bersubsidi. Ia meminta para pejabat menggunakan bahan bakar non subsidi atau pertamax,” kata Kasubag Program dan Pelaporan pada Dinas ESDM Kabupaten Bogor Dede Armansyah kepada Lingkar Jabar, kemarin

Bahkan pihaknya juga ikut menghimbau kepada para pejabat dan para pegawai dilingkungan Pemkab bogor untuk secara bersama-sama mendukung kebijakan pemerintah pusat tersebut, sehingga anggaran Pemkab Bogor juga dapat digunakan untuk kebutuhan lainnya.

“Pemerintah daerah memang udah seharusnya mendukung kebijakan pemerintah pusat yang berupaya menghemat anggaran negara yang digunakan untuk subsidi BBM, “ ujarnya.

Sedikitnya 502 jenis jenis stiker dengan tulisan “Mobil Ini Tidak Menggunakan BBM bersubsidi” telah disebar di lingkungan Pemkab Bogor sejak 26 Juni lalu. Sedangkan kendaraan yang ditempeli stiker tersebut bukan hanya milik Pemkab Bogor, melainkan juga kepunyaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dilingkungan Pemkab Bogor.

“Penempelan stiker tersebut merupakan tindak lanjut dari intruksi presiden terkait larangan penggunaan BBM bersubsidi dengan surat edaran Pemkab Bogor nomor 541.11/14-ESDM tertanggal. 01 Juni 2012 lalu,” jelas pria yang pernah lama tinggal di Surabaya tersebut.

Menurut Dede, pihaknya atas perintah Kepala Dinas ESDM Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu sudah menyerahkan stiker untuk dipasang di semua kendaraan roda empat milik Pemkab dan BUMD.“Semua stiker sudah kami serahkan ke bagian aset,yang akan didistribusikan kepada setiap SKPD maupun kecamatan dan BUMD untuk ditempel di kendaraan dinas,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa selain pemasangan stiker, Pemkab juga sudah melayangkan radiogram kepada setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Kecamatan untuk larangan kendaraan dinas menggunakan BBM bersubsidi.

“Surat larangan itu sudah kita layangkan mulai 1 Juni lalu sesuai dengan intruksi presiden dan mulai itu pula tidak ada satu pun kendaraan dinas milik Pemkab Bogor menggunakan BBM bersubsidi, semua sudah menggunakan Pertamak,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Kepala Seksi Pengembangan Usaha Migas ESDM Kabupaten Bogor, Gunawan, bahwa sesuai Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 12 tahun 2012 tentang Pengendalian Penggunaan Bahan bakar Minyak, terhitung 1 Juni 2012 seluruh kendaraan.

“Dinas dan BUMD di lingkungan Pemkab Bogor dilarang menggunakan BBM bersubsidi. Berupa Bensin (Gasolin) RON 88 atau nama lain yang sejenisnya,” jelasnya.

Gunawan juga mengatakan, seiring dengan dikeluarkannya edaran tersebut, pihaknya juga menghimbau kepada seluruh station Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada untuk tidak melayani penjualan premium kepada setiap kendaraan dinas. Karena di Kabupaten Bogor masih banyak SPBU yang belum memiliki pasilitas pertamak seperti halnya diwilayah Barat Kabupaten Bogor, sehingga harus dijadikan kajian.

“Dalam Permen ESDM juga tidak menjelaskan secara rinci kendaraan apa saja yang wajib menggunakan BBM non subsidi seperti roda dua, ambulan maupun kendaraan lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Migas dan Panas Bumi Dinas ESDM Kabupaten Bogor, Budi Pranowo mengatakan, secara bertahap pihaknya akan melakukan pemasangan alat konverter pada kendaraan dinas Pemkab Bogor.Menurutnya program tersebut bertujuan untuk membantu penghematan anggaran yang digunakan untuk mensubsidi BBM.

"Nantinya pemasangan alat tersebut akan dilakukan secara bertahap, sesuai dengan arahan Bupati Bogor kita akan mengarahkan kendaraan dinas untuk menggunakan BBM jenis pertamax," katanya.

Ia menjelaskan, kendaraan dinas yang akan dipasangi alat konverter adalah kendaraan dinas beroda empat yang berbahan bakar premium, serta angkutan umum.Alat tersebut khusus dipasang untuk kendaraan dinas yang menggunakan bahan bakar premium.

"Untuk kendaraan dinas beroda dua atau beroda empat yang berbahan bakar solar belum akan dipasangi alat ini. Ini khusus untuk premium," tandasnya. (PHD)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger