' Dianggap Cacat Hukum: Lelang PLTSA Kota Bandung menuai Protes - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Dianggap Cacat Hukum: Lelang PLTSA Kota Bandung menuai Protes

Dianggap Cacat Hukum: Lelang PLTSA Kota Bandung menuai Protes

Written By dodi on Thursday, August 30, 2012 | 8:00 AM

BANDUNG (LJ)-Lelang pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah berbasis ramah lingkungan  di kota Bandung yang dimenangkan PT Bandung Raya Indah Lestari (BRIL) menuai protes dari berbagai kalangan.  Mencuatnya protes itu setelah BRIL  muncul sebagai pemrakarsa dalam pengelolaan berkonsep pengoperasian listrik Tenaga Sampah (PLTSA) tersebut.

Disisi lain, tawaran BRIL dalam lelang mega proyek tersebut mancapai Rp 344,675 miliar atau lebih tinggi dari penawaran peserta lain, yakni Beijing Group yang mengajukan angka Rp 293,4 miliar.

“Kalau ide dari proyek itu dari swasta tentu tidak ada masalah, yang jadi  pertanyaan konsep proyek itu khan sudah menjadi rencana induk pengelolaan kebersihan kota Bandung tahun 2002 sampai 2012,” ujar peneliti sampah dan TPA  perkotaan, Guntur Sitorus dalam sebuah diskusi di Bekasi belum lama ini.

Menurutnya, sesuai dengan Perpres no. 56 tahun 2011 perubahan kedua atas Perpres no. 67 tahun 2005, disebutkan tentang kerja sama pemerintah dengan badan usaha (Swasta) dalam  penyediaan infrastruktur. Dan jika  mengacu pada regulasi itu maka kreteria pemrakarsa proyek swasta tidak termasuk dalam rencana induk pada sektor  bersangkutan. “Dan jika ini dianjutkan maka potensinya akan  banyaka masalah dibelakang hari,” tandas  Guntur.

Sementara itu, peneliti Bandung Institute Of Governence Studies (BIGS), Alwin Khafidhoh menyatakan, jika melihat proposal yang diajukan oleh lima perusahaan, tender atas proyek PLTSA yang dilakukan Pemkot Bandung seperti akal-akalan.  Salah satunya jika meihat selisih penawaran antara yang  diajukan BRIL dan Beijing Group yang mencapai Rp 51,3 miliar.

Untuk diketahui, lima perusahaan yang ikut lelang proyek PLTSa bulan Juli 2012 lalu  itu diikuti oleh Beijing Group, Brill, Hangzhou Boiler, Basic dan Keppel Seghers Boiler.  Belakangan, kemengan BRIL atas pryek PLTSa yang menggunakan tehnologi  Insinerasi (incenerator) tersebut muncul berdasar SK walikota Bandung Dada Rosada yang menambahkan nilai kompensasi 9,6 poin sebagai pemrakarsa.

Dalam sebuah wawancara dengan wartawan, Dada menyatakan jika tender proyek PLTSa tersebut telah  sesuai dengan  prosedur dan  peraturan yang ada.

Namun Alwin mengatakan, adanya selisih penawaran hingga Rp 51, 3 miiar berarti Beijing Group mengajukan penawaran lebih rendah.  “Dan kalau kemudian BRIL tetap menang ini ada apa,” ujar Alwin.

Sedangkan dari sisi anggaran  proyek PLTSA yang dipusatkan di Gedebage itu, kata Alwin dianggarkan dari tiga kantor dinas sekaligus, yakni PD Kebersihan, Dinas Perumahan dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD). Padahal, seharusnya anggaran PTSa terdapat di Badan Perencanaan Pengembangan  Daerah (Bappeda) dan Dinas Tata Kota.

 Pakar Ekonomi Institut Tehnologi Bandung (ITB), Kodrat Wibowo meminta Pemkot Bandung menjelaskan kepada publik soal proses dan muncunya BRIL sebagai pemanang dalam  lelang PLTSa. Pasalnya, jika  melihat dari sisi keuangan dan keahlian BRIL dalam  bidang  kelistrikan khususnya PLTSa masih diragukan.

“Alasan obyektif ini sangat penting mengingat banyak kalangan yang mempertanyakan bagaimana proses penentuan BRIL sebagai pemenang  tender,” jelasnya.(FER/BAS)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger