' Diabetes Melitus, Mengancam Masyarakat Indonesia - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Diabetes Melitus, Mengancam Masyarakat Indonesia

Diabetes Melitus, Mengancam Masyarakat Indonesia

Written By dodi on Thursday, August 30, 2012 | 8:00 AM

BOGOR - Perubahan pola makan, meningkatnya kesejahteraan masyarakat, dan makin banyaknya penduduk yang tinggal di perkotaan membuat jumlah pengidap diabetes melitus di dunia membengkak. Jika tak segera diatasi, diabetes akan menjadi beban kesehatan sekaligus beban pembangunan serius bagi banyak negara.

Khusus di tanah air, dalam Atlas Diabetes edisi ke-5 yang disusun International Diabetes Foundation menyebutkan, jumlah pengidap diabetes di Indonesia usia 20-79 tahun pada 2011 mencapai 7,3 juta orang dan menduduki peringkat ke-10 negara dengan pengidap diabetes terbesar. Pada 2030 diperkirakan ada 11,8 juta pengidap diabetes dan menempatkan Indonesia di urutan ke-9.

Hal ini menjadi kekhawatiran Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), organisasi dokter konsultan endokrinologi metabolik dan diabetes. Menurut Dante Saksono Harbuwono, anggota Bidang Penelitian Perkeni, beberapa waktu lalu, di Jakarta, ”Lonjakan jumlah penderita diabetes sulit dihindarkan seiring rapatnya jejaring genetik pengidap akibat perkawinan.”

Diabetes diturunkan ke generasi berikutnya. Meski generasi mendatang mampu mengubah gaya hidup hingga menjadi lebih baik, dalam diri mereka terkandung gen diabetes. Meski penyakit ini tidak bisa disembuhkan, diabetes bisa dikelola hingga para pengidap dapat hidup normal seperti orang sehat. Selain perawatan optimal dan mengikuti petunjuk dokter, deteksi dini jadi syarat utama.

Persoalan deteksi dini menjadi kendala di Indonesia. Menurut Dante, rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri secara berkala, terbatasnya akses kesehatan, serta banyaknya dokter di layanan kesehatan primer yang tidak memahami deteksi dini dan perawatan diabetes membuat banyak kasus diabetes ditemukan dalam fase lanjut.

Diabetes di Indonesia tidak menjadi monopoli kelompok menengah atas. Pengidap tak hanya didominasi kelompok lanjut usia, tetapi banyak juga anak muda. Tingginya obesitas pada kelompok ekonomi menengah bawah membuat mereka yang tinggal di perdesaan mengidap diabetes.

Ini akan memberi beban tersendiri bagi negara. Terlebih, kata Dante, pemerintah sedang menggarap jaminan kesehatan semesta yang akan diberlakukan pada 2014. Selama diabetes dan penyakit-penyakit lain tidak dikendalikan, berapa pun dana yang digelontorkan untuk mengobati masyarakat tidak akan cukup. Padahal, dana ini dapat digunakan di sektor lain untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger