' Developer dan Masyarakat Apresiasi Penghapusan PPN Rumah MBR - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Developer dan Masyarakat Apresiasi Penghapusan PPN Rumah MBR

Developer dan Masyarakat Apresiasi Penghapusan PPN Rumah MBR

Written By dodi on Tuesday, August 7, 2012 | 8:00 AM

BANDUNG - Kabar baik bagi para pengusaha real estate atau pengembang perumahan (developer) serta masyarakat berpenghasilan rendah. Pasalnya, pemerintah telah menyetujui untuk membebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kebijakan ini dinilai menjadi salah satu solusi bagi pengusaha pengembang perumahan ditengah kesulitan dalam memasarkan rumah yang telah dibangun.

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jabar Yana Mulyana mengungkapkan, kebijakan tersebut menjadi embun penyejuk bagi para pengembang perumahan ditengah sulitnya melakukan penjualan rumah. Sebab, Menteri keuangan Agus Martono menyetujui pembebasan PPN 10% untuk MBR sehingga akan mendongkrak penjualan rumah. "Kami harap pengapusan PPN ini bisa segera terealisasi karena akan sangat disambut pengembang perumahan khususnya rumah tipe MBR," ujar Yana kepada wartawan di Bandung, akhir pekan lalu.

Sebelum kebijakan itu keluar, kata Yana, para pengembang perumahan kesulitan memasarkan perumahan. Berkali-kali, pemerintah melalui Kementrian Perumahan Rakyat membuat regulasi yang dinilai memberatkan mulai dari Fasilitas Likuiditas Perumahan (FLPP), kebijakan 123 hingga penjualan rumah berharga Rp500 juta yang mesti dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Akibat peraturan itu, lanjut Yana, penjualan rumah di Jabar tersendat. Pada Januari-April penjulan hanya 337 unit atau lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai ribuan unit. "Diprediksi penjualan rumah hanya 1.500 unit. Angka itu terbilang sangat rendah," jelasnya.

Menurutnya, kebijakan pembebasan PPN tersebut akan penjualan perumahan sederhana bertipe 36 dengan plafon Rp88 juta akan bergairah kembali. Terlebih hal tersebut pun sangat memudahkan konsumen untuk mendapatkan rumah. "Tentunya kebijakan ini akan membuat penjualan perumahan bisa kembali bagus, tidak seperti sebelumnya yang sempat tersendat," katanya.

REI Jabar, kata Yana, optimis bisa meraih target penjualan 40% dari target nasional yang mencapai sekitar 200.000 unit. Bahkan untuk bulan Agustus-Desember akan kembali menggairahkan penjualan hingga 40.000 unit. Selain positif bagi pengembang, kebijakan baru ini juga akan sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memiliki rumah.

Penghapusan pajak diyakini akan bisa menekan harga rumah sehingga bisa lebih terjangkau masyarakat. "Jelas akan sangat membantu, apalagi Bank BTN pun siap untuk memberikan KPR dengan cicilan selama 20 tahun. Tentunya itu akan memudahkan konsumen mendapatkan rumah," pungkasnya. FER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger