' Demi Merah Putih, Pemain ISL Lawan KPSI - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Demi Merah Putih, Pemain ISL Lawan KPSI

Demi Merah Putih, Pemain ISL Lawan KPSI

Written By dodi on Thursday, August 2, 2012 | 8:00 AM

SENAYAN - Sekalipun mendapatkan teguran keras serta dilarang oleh ketua KPSI La Nyalla Mattalitti dan manajen klubnya, sejumlah pemain Indonesia Super League (ISL) memilih tetap mengikuti latihan timnas Indonesia. Gelandang Firman Utina, striker Bambang Pamungkas, dan playmaker Ponaryo Astaman beserta sejumlah pemain ISL lainnya, sejak kemarin sampai hari ini, memenuhi panggilan timnas untuk berlatih guna menghadapi laga persahabatan melawan Valencia FC pada Sabtu (4/8) mendatang.

Mengetahui hal tersebut, La Nyalla mengeluarkan pernyataan bahwa KPSI melarang pemain klub-klub ISL terlibat di timnas, sampai ada keputusan akhir Join Committee (JC). Klub-klub seperti Sriwijaya FC dan Arema juga mendukung pelarangan oleh KPSI tersebut. Meski demikian, Rabu (1/8) kemarin, ketiga pemain tersebut kembali hadir ke Lapangan C Senayan untuk melanjutkan latihan. M. Ridwan juga bergabung dengan mereka.

"Setiap individu tidak bisa menolak panggilan negara. Tentu saya senang bisa kembali ke timnas karena inilah pengabdian kami kepada negara. Rasanya, kangen ini terobati," ujar Firman kepada wartawan seusai latihan kemarin. Gelandang Sriwijaya FC itu mengaku tindakannya bergabung di timnas memang mendapat larangan klub dan La Nyalli. Kendati demikian ia pun siap menanggung segala risikonya.

"Asal tahu saja, kami ke sini bukan karena panggilan PSSI atau instruksi dari Pak Limbong. Kami ke sini murni karena demi Merah Putih. Kami ingin Timnas Indonesia kembali kuat. Meskipun kami sadari, sebenarnya sudah banyak pemain muda yang lebih pantas. Tapi demi negara kami datang. Saya diwakili Ponaryo telah telpon pengurus Sriwijaya FC. Klub memang tak mengizinkan kami, tapi saya tetap ke sini karena ini panggilan negara. Kami juga sudah berkomunikasi dengan PT Liga Indonesia,' ujar Firman.

"Mereka tidak bisa melarang atau mengiyakan keinginan kami, tapi lebih menyerahkan semuanya kepada pemain. Jika kedatangan kami kemudian dipermasalahkan, kenapa Titus Bonai, Oktovianus Maniani, dan Patrich Wanggai diidamkan saja? Jadi saya harap tidak ada pilih kasih. Kami sadari keputusan ini melawan perintah klub. Jadi, kami siap menerima risikonya, termasuk jika ada sanksi. Tapi, kami ke timnas bukan karena PSSI atau mau melukai siapapun, kami ke sini karena negara membutuhkan kami, sementara kami memang sudah tidak ada kompetisi," tambahnya.

Selain Firman, Bepe, Ponaryo dan Ridwa, pemain lain yang mengikuti latihan kemarin sore antara lain Patrich Wanggai, Titus Bonay, Oktavianus Maniani, Bima Sakti, Abdul Rahman, Syamsul Arif, Wahyu Trinugroho, Vendry Mofu, Hengky Ardiles, dan Hamdi Ramdan. Pemain yang tidak tampak dalam sesi latihan kali ini adalah Zulkifli Syukur, Kurnia Meiga, dan Ricardo Salampessy. Pelatih Nil Maizar mengaku fokus pada pemain yang sudah ada saja.

"Zulkifli sudah dikabari. Namun, saya belum tahu mengapa belum hadir. Jadi untuk sementara, kami akan maksimalkan skuad yang ada untuk melawan Valencia. Kami ingin para pemain bisa bermain kolektif dan keluar dari tekanan lawan. Makanya kami kembangkan metode latihan simulasi permainan di lapangan yang lebih kecil," ujar Nil kepada wartawan.

Penyerang Ferdinand Sinaga juga tidak tampak dalam sesi latihan hari ini. Menurut Nil, Ferdinand diizinkan tak berlatih karena sedang mengurus kontrak dengan sebuah klub Thailand. "Dia (Ferdinand) sedang mengurus kontrak dengan salah satu klub Thailand. Klubnya apa saya tak tahu," tambah mantan pelatih Semen Padang itu.

Nil Maizar mengaku sangat gembira kehadiran tiga pemain senior dan beberapa pemain ISL lain dalam latihan tersebut.  "Dari awal kami tidak bilang pemain IPL atau ISL. Mereka semua yang layak, boleh main di tim nasional," tutur Nil Maizar. "Alhamdulillah, Bepe, Firman, Ponaryo datang. Mereka ke sini demi Merah Putih. Mudah-mudahan kedatangan mereka bisa membuka mati hati semua pemain lain," sambungnya. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger