' Debu Hitam Menyerang, Pabrik Indocement Dituding - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Debu Hitam Menyerang, Pabrik Indocement Dituding

Debu Hitam Menyerang, Pabrik Indocement Dituding

Written By dodi on Tuesday, August 14, 2012 | 8:00 AM


KAB.BOGOR (LJ) - Ratusan Kepala Keluarga (KK) di Kampung Kamurang Desa Citeureup, Kabupaten Bogor, mengeluhkan keberadaan pabrik semen milik PT Indocement Tbk di Citeureup. Pasalnya, sudah hampir dua bulan ini perkampungan warga disiram debu hitam lekat yang diduga akibat adanya kebocoran dari salah satu Silo (tempat produksi semen, Red). Siraman debu itu pun tak pelak memunculkan ancaman serius terhadap kesehatan ratusan warga di kampung tersebut. 

Menurut Ustad Jigow, warga Kampung Kamurang RT 04/02, setiap hari tak kurang dari 300 KK yang berdomisili di lingkungan Rukun Tetangga (RT) 04 dan 05, dipaksa menghirup dan membersihkan debu kotor di halaman rumahnya yang diduga warga berasal dari Silo P34 Indocement. Parahnya lagi, debu itu warnanya bukan putih melainkan hitam. Mayoritas warga, lanjut Ustad Jigow pun merasa tak nyaman sekaligus cemas akan munculnya dampak buruk terhadap kesehatan mereka.

“Ya, kalau debu warna putih itu sudah biasa dihirup dan dibersihkan warga. Tapi sekarang ini debunya sudah berubah mejadi hitam pekat yang keluar dari pabrik semen tersebut, inilah yang sangat mengkhawatirkan sekaligus meresahkan masyarakat,” keluh Ustad Jigow yang mengadukan keluhan masyarakat tersebut langsung ke kantor redaksi LINGKAR JABAR di Komplek Griya Indah Bogor Blok A No 8, Jl. KH Sholeh Iskandar Kota Bogor, kemarin.

Ia mengaku, dampak adanya pencemaran udara dari kebocoran Silo itu, warga sering terkena sesak napas sampai batuk. Hal itu disebabkan, jarak antara Silo yang bocor dengan pemukiman warga sangat dekat sekali. "Saya khawatir, bila masalah ini dibiarkan tanpa ada upaya perbaikan dari pihak perusahaan, banyak warga yang terserang penyakit ISPA," ujar Ustad Jigow yang datang bersama sejumlah tokoh masyarakat setempat. 

Selama ini, lanjutnya, warga sudah berupaya melaporkan persoalan itu kepada RT dan RW setempat untuk disampaikan kepada kepala desa maupun pihak Indocement. "Sayangnya sampai sekarang siraman debu hitam itu masih terus terjadi," tuturnya. Selain persoalan adanya pencemaran udara dari kebocoran Silo, warga Kampung Kamurang juga mengakui, konstribusi perusahaan semen Tiga Roda ini sama sekali tidak dirasakan oleh masyarakat di Kampung Kamurang. 

Selama pabrik perusahaan semen terbesar di tanah air ini beroperasi sejak tahun 1970-an, perhatian kepada warga Kampung Kamurang Desa Citeureup tak ada.  “Bayangkan saja, hanya satu tahun sekali dari Indocement memberikan beras sebanyak 30 liter untuk dibagikan kepada puluhan mustahik di satu RT. Paling untuk satu warga hanya kebagian jatah beras setengah liter saja,” papar Ustad yang juga tokoh warga setempat. 

Dia pun mempertanyakan dana CSR (Corporate Sosial Responsibility) Indocement, terutama yang dialokasikan untuk kesehatan warga. Sebab, sejak tahun 1973 pihak perusahaan belum pernah mengeluarkan bantuan kesehatan, baik untuk berobat maupun pemberian susu. “Makanya, saya akan mempertanyakan kepada perusahaan terkait dana kesehatan itu. Masa satu bulan sekalipun dana kesehatan tidak pernah dikucurkan untuk warga,” imbuhnya.

Terkait hal tersebut, Sekretaris Perusahaan Indocement Sahat Panggabean melalui humasnya menegaskan, pihaknya sudah melakukan pengecekan ke lokasi Silo P34, namun tidak ditemukan adanya kebocoran dari tabung produksi bahan menjadi semen tersebut. “Kita sudah lakukan pengecekan, hasilnya tak ada kebocoran. Adapun debu hitam itu, kita yakinkan bukan dari Silo melainkan corong pembuangan produksi, baik di Indocement maupun perusahaan lain yang ada di wilayah sini,” katanya kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Terkait soal dana CSR untuk kesehatan, Sahat menegaskan pada dasarnya Indocement tidak mengeluarkan berbentuk anggaran langsung kepada warga binaan, akan tetapi melalui program yang bekerjasama dengan pihak desa dan RT, RW setempat. “Jika warga binaan ada mau bertanya soal dana CSR kesehatan, silahkan tanya langsung kepada perwakilan masyarakat yang sudah ditunjuk sebagai koordinator di wilayahnya. Bisa juga warga menanyakan kepada pihak Bilik yang ada di Indocement,” pungkasnya.  DED

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger