' Dana Bansos Pemkot Bandung Dibagi-Bagi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Dana Bansos Pemkot Bandung Dibagi-Bagi

Dana Bansos Pemkot Bandung Dibagi-Bagi

Written By dodi on Wednesday, August 1, 2012 | 8:00 AM

BANDUNG - Seorang terdakwa perkara korupsi dana bantuan sosial (bansos) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Firman Himawan, dengan gamblang mengakui bahwa dirinya mengetahui bahwa uang yang ia cairkan itu dana bansos. Bahkan ia mengaku mendapatkan bagian dari setiap pengajuan dana yang dicairkan. Sebagai staf bagian keuangan bendahara pengeluaran, Firman mengaku telah mencairkan 90 persen dari total dana bansos tahun 2009-2010.

Hal itu terungkap saat Firman memberikan keterangan sebagai saksi untuk 4 terdakwa lainnya yaitu Rohman, Lutfan Barkah, Yanos Septadi dan Uus Ruslan dalam sidang lanjutan kasus korupsi bansos di Pengadilan Tipikor Bandung, Selasa (31/7). Firman menjelaskan, bahwa dirinya dan sejumlah PNS di Pemkot Bandung telah dipinjam namanya untuk dicantumkan dalam surat perintah pembayaran (SPP).

Kemudian SPP tersebut dibuatkan Surat Perintah Membayar (SPM) yang diparaf oleh Pejabat Penatausaha Keuangan (PPK) kemudian diteruskan dengan menerbitkan SP2D (Surat Permintaan Pencairan Dana) yang didapat dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Tahun 2009 KPA yaitu Edi Siswadi, sementara tahun 2010 yaitu Heri Nurhayat dan Cucu Nurdin. "Setelah ada SP2D, saya minta surat kuasa dari mereka yang namanya ada di SPP. Saya disuruh bendahara (Rohman) untuk minta surat kuasa. Saya tahu itu untuk mencairkan bansos," ujar Firman.

Ia menuturkan, selama ini ia lah yang bertugas menyerahkan uang pada Sekpri dan ajudan pimpinan (Sekda, Wakil Walikota dan Walikota). "Saya yang kasih uang ke ajudan, sekpri dan bendahara pembantu. Ke Pak Uus juga," katanya. Namun Firman mengaku tak tahu untuk keperluan apa uang yang ia berikan atas perintah Rohman itu. Besaran uang terkecil yang ia berikan sebesar Rp 2,5 juta. "Ke Pak Uus pernah Rp 1 miliar, saya enggak tahu untuk apa," tutur Firman.

Meski tak tahu berapa tepatnya dana bansos yang ia cairkan, namun ia mengaku besarnya 90 persen dari total dana bansos. Atas peran Firman mencairkan dana bansos tersebut, JPU sempat menanyakan, apakah dirinya mendapatkan bagian dari uang yang ia cairkan itu. "Iya alhamdulillah lah sedikit-sedikit," katanya seraya menambahkan uang yang ia cairkan dari bank ia serahkan seluruhnya pada Rohman meski tanpa bukti penerimaan. Namun uang 'persenan' yang ia dapat bukanlah dari Rohman. "Misalnya saya dikasih sama sekpri abis ngasihin uang," aku Firman.

Sebelumnya, para saksi yang merupakan para ajudan Sekda, Wakil Walikota dan Walikota mengaku tak mengetahui bahwa uang yang mereka terima dari Rohman melalui Firman merupakan uang bansos. Mereka sama-sama menduga uang tersebut adalah uang operasional untuk pimpinan. Firman sendiri telah menitipkan uang sebesar Rp 1 miliar untuk perkara ini. "Ya saya enggak menikmati uang bansos itu. Tapi saya punya itikad baik dengan menitipkan. Uangnya dari mana, saya tidak bisa sebutkan. Pokonya itu dari pinjam ke teman-teman," katanya.

Di akhir sidang, Rohman dengan tegas membantah pernyataan Firman yang menyebut bahwa dirinya memerintahkan untuk membuat surat kuasa pencairan dana. Sidang lanjutan perkara ini akan dilanjutkan pada Jumat (3/8) mendatang dengan agenda pemeriksaan para saksi lain.

Sementara itu, Jaksa penuntut umum (JPU) tak bisa menghadirkan dua terdakwa baru dalam perkara korupsi dana bansos Pemkot Bandung, yaitu Havid Kurnia dan Ahmad Mulyawan, dalam sidang pertamanya. Akibatnya, sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan pun ditunda hingga Jumat (3/8) nanti. "Mohon maaf, surat penetapan (sidang) baru kami terima. Sehingga kami belum bisa menghadirkan terdakwa karena belum ada surat panggilannya," ujar Usa, salah satu JPU dihadapan majelis hakim.

JPU pun meminta majelis hakim untuk menunda sidang hingga pekan depan. "Ditunda sampai Jumat (3/8). Mohon dihadirkan," ujar ketua majelis hakim Setiabudi Tejocahyono. Sidang pun akhirnya dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi untuk berkas lima terdakwa lain yaitu Rohman, Firman Himawan, Lutfan Barkah, Yanos Septadi dan Uus Ruslan. HER

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger