' Damkar Siap Siaga Menghadapi Kekeringan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Damkar Siap Siaga Menghadapi Kekeringan

Damkar Siap Siaga Menghadapi Kekeringan

Written By dodi on Thursday, August 2, 2012 | 8:00 AM

KAB. CIREBON (LJ) – Wacana Bidang Pemadam Kebakaran (DAMKAR) pada Dinas Cipta Karya Kabupaten Cirebon siap siaga menghadapi kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Damkar minimal se jawa barat kalau bisa harus berdiri sendiri. Sementara Damkar hanya memiliki 8 Pos Jaga di Kabupaten Cirebon.

Kepala Bidang pemadam kebakaran Kabupaten Cirebon H.M Suharto, saat di temui LINGKAR JABAR di kantornya Rabu siang (1/8) mengatakan, semua pemadam kebakaran harus punya kantor khusus.

“Pada musim kemarau tahun ini penangangan kebakaran tidak hanya dilakukan saat terjadi kebakaran saja, hal yang sangat penting adalah bagaiman kita melakukan pencegahan terhadap bahaya kebakaran tersebut. Jadi kalau nanti sudah jadi kantor tentunya program pencegahan kebakaran akan diprioritaskan,” terang Suharto. “Lebih baik kita mencegah daripada kebakaran,” tambah Suharto.

“Khususnya masyarakat Kabupaten Cirebon ini sudah mengalami kekeringan, maka dari itu saya meminta kepada pemerintah agar diadakannya tempat penampungan/tandonan air minimal air minum terutama di Kabupaten Cirebon pada musim kemarau ini. Kenapa saya berbicara seperti itu, karena saya juga membutuhkan air”. Kata Suharto serius.

Masyarakat Kabupaten Cirebon meminta kepada Guberbur Jawa Barat agar secepatnya meninjau tempat yang mangalami kekeringan di Kabupaten Cirebon, karena di Kabupaten Cirebon ada sekitar 8.866 hektare sawah yang tersebar di 34 kecamatan yang mengalami kekeringan di Kabupaten Cirebon, Seperti diantaranya Kecamatan Kapetakan, Kecamatan Suranenggala, Kecamatan Kaliwedi,Kecamatan Susukan dan masih ada beberapa Kecamatan lagi yang mengalami kekeringan.

Terkait persoalan ini, Suharto meminta harus ada kepedulian dari pemerintah dengan diadakanya tempat penampungan/tandonan air minimal air minum pada saat musim kemarau untuk mangantisipasi agar tidak terjadi kekeringan di Kabupaten Cirebon.
Selanjutnya kata Suharto, ada 22 Desa minimal butuh dana Rp20 milyar untuk tandonan air di Kabupaten Cirebon. GYO/HEN (C.12)





Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger