' Bupati Bogor Larang Pejabat Terima Parcel - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Bupati Bogor Larang Pejabat Terima Parcel

Bupati Bogor Larang Pejabat Terima Parcel

Written By dodi on Wednesday, August 15, 2012 | 8:00 AM

KAB.BOGOR (LJ) - Kasus gratifikasi di Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor yang diungkap jajaran Tipikor Polda Jabar untuk anggaran tahun 2011 lalu, hingga menetapkan kepala dinas setempat menjadi tersangka, nampaknya masih membekas dalam pikiran Bupati Rachmat Yasin (RY).

Buktinya, menjelang hari raya Idul Fitri 1433 hijriah, orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman dengan tegas melarang para maupun karyawan di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor menerima bingkisan atau parcel lebaran dari siapapun.

Bahkan, bupati meminta pejabat yang menerima parcel, lebih baik parcelnya disalurkan kembali kepada orang yang tidak mampu. “Saya yakin jika pejabat disini sudah mampu memenuhi kebutuhan lebarannya. Makanya saya melarang mereka menerima hadiah berupa parcel atau bingkisan,” ujarnya kepada wartawan kemarin.

Namun meski begitu, jika pun menerima, kata RY bingkisan yang dikirimkan kepada pejabat Pemkab Bogo, nilainya tidak boleh lebih dari Rp1 juta. “Sesuai dengan imbauan KPK lah, PNS sebaiknya memberikan bingkisan yang diterimanya kepada orang yang tidak mampu. Kalaupun ada parcel yang diterima pejabat nilai parcelnya tidak boleh lebih dari Rp1 juta. Artinya kalaupun ada tujuan dari pemberian parcel ini, masa nilai jabatan mereka hanya dihargai sebesar itu," imbuhnya.

Sementara, guna memastikan tidak ada pelanggaran yang dilakukan pengusaha terhadap kewajibannya memberikan Tunjangan Hari Raya THR, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadinsosnakertans) Kabupaten Bogor Nuradi menyebar nomor handphonenya kepada serikat pekerja disetiap perusahaan.

Hal itu dilakukan mantan sekretaris Badan Perizinan Terpadu (BPT) saat menggelar Inspeksi mendadak (Sidak) disejumlah perusahaan. “Sampai saat ini hasil uji petik kami dilapangan diwilayah Cileungsi dan Cibinong, para buruh dan pekerja sudah menerima THR,” kata Nuradi.

Menurut dia, pihaknya melakukan sidak kesejumlah perusahaan yang memiliki karyawan 200 orang dibawah seratus dan 1000 orang. “Hasil sidak kami, ternyata mereka semuanya. Sudah membayarkan. THR sebulan gaji, dan saya memberikan nomor telepon kepada serikat pekerja,” ungkapnya.

Dia menambahkan, penyebaran nomor telepon tersebut bertujuan untuk memudahkan para karyawan dan serikat pekerja untuk melakukan pengaduan disaat mendapatkan masalah ditempatnya bekerja. “Dengan nomor itu, karyawan maupun serikat pekerja agar mudah mengadukan langsung kepada kami, dan kami siap untuk turun langsung kelapangan,” tukasnya. DED
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger