' BUMN Belum Dekelola Secara Optimal - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » BUMN Belum Dekelola Secara Optimal

BUMN Belum Dekelola Secara Optimal

Written By dodi on Tuesday, August 14, 2012 | 8:00 AM

DEPOK,(LJ)-Pengamat Ekonomi Universitas  Indonesia (UI) Rizal Edi Halim mengungkapkan, kendati Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah dipimpin tokoh sekaliber Dahlan Iskan, namun BUMN tetap belum dikelola secara optimal. Hal tersebut terjadi lantaran BUMN tidak digunakan secara efisien. 

"Salah satu faktor  yang patut diduga menjadi alasan tidak optimalnya pengelolaan BUMN adalah tidak efisiennya pengelolaan," ungkapnya kepada wartawan kemarin.

Menurut Rizal, indikator tersebut dapat dilihat dari penerimaan pajak.  Pajak BUMN hanya menyumbang 13 persen dalam total penerimaan pajak dan deviden hanya berkontribusi 9 persen terhadap total Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). "Yang paling menarik kalau diamati kontribusi pajak BUMN terhadap penerimaan perpajakan dalam 3 tahun terakhir statis pada kisaran 13 persen," tuturnya.

Rizal memaparkan, operational Expenditure (Opex) BUMN tahun 2011 mencapai Rp1.226 triliun merupakan potret tidak efisiennya pengelolaan BUMN, sementara capital expenditure hanya berkisar Rp142 triliun. Dia menambahkan, yang lebih fantastis adalah rasio deviden (PNBP) terhadap penerimaan 2011 hanya sebesar 2,4 persen. 

"Stagnasi penerimaan deviden terhadap postur penerimaan Negara juga dapat dilihat selama 2005-2011 yang hanya berkontribusi di rentang 2,6 persen hingga 3,4 persen," paparnya.

Padahal, asset BUMN hingga 2011 mencapai Rp3.000 triliun dengan 140 BUMN dimana 18 diantaranya telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kapitalsiasi pasar 23 persen di tahun 2011. "Hal tersebu menunjukkan betapa tidak bergeraknya BUMN di tengah momentum pertumbuhan ekonomi yang kondusif dalam 2-3 tahun terakhir," ucap Rizal.

Rizal menegaskan, peran strategis BUMN dalam APBN juga menjadi alasan yang cukup fundamental dalam melakukan pembenahan pengelolaan BUMN di Indonesia. Pada tahun 2011 kontribusi BUMN terhadap penerimaan negara berada pada angka Rp143,7 triliun. Dengan perincian penerimaan pajak Rp115,6 triliun dan non pajak atau deviden sebesar Rp28,1 triliun. "Penerimaan BUMN ini setara dengan 12,3 persen dari total penerimaan dalam negeri yang tercatat di APBN-P tahun 2011," tandasnya (HRS)



Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger