' Bos PSSI Minta KPSI Dorong Penyelesaian Konflik - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Bos PSSI Minta KPSI Dorong Penyelesaian Konflik

Bos PSSI Minta KPSI Dorong Penyelesaian Konflik

Written By dodi on Friday, August 3, 2012 | 8:00 AM

SENAYAN - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin Husin, secara tegas meminta semua pihak terkait untuk tetap konsekuen mendorong proses kerja Joint Committee (JC) guna mencapai hasil terbaik, yaitu melakukan rekonsiliasi dan menyatukan kompetisi sepakbola nasional dalam satu wadah, tidak seperti sekarang ini terpecah dalam Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League (IPL).

"JC seharusnya tetap bekerja sesuai jadwal. Jangan ada pihak yang menunda-nunda atau bahkan menghalanginya,'' tegas Djohar di kantor PSSI, Senayan-Jakarta, kemarin. Djohar menilai, jika ada indikasi penundaan proses kerja JC dari pihak manapun, itu merupakan bentuk pengingkaran terhadap MoU Kuala Lumpur, 7 Juni 2012. "Pihak sana (KPSI) sudah menunda beberapa kali. Ini merupakan indikasi yang tidak baik bagi upaya menata dan membangun kembali prestasi sepakbola nasional," ujarnya.

Cara-cara yang dilakukan pihak lain yang mestinya menjadi mitra PSSI dalam JC sesuai amanat MoU Kuala Lumpur, akan sangat kontra produktif bagi perbaikan persepakbolaan Indonesia. "Masyarakat harus tahu, PSSI sangat komit untuk membangun sepakbola Indonesia dengan cara-cara terhormat, bukan dengan cara-cara yang tidak benar apalagi kotor," tandas Djohar.

Sesuai kesepakatan, JC akan melanjutkan pembicaraan pada 24 Juli sebelum KPSI minta mundur 28 Juli. Kemudian pihak yang sama minta mundur lagi jadi tanggal 2 Agustus. "Saya harap semua pihak jangan coba mempermainkan proses kerja JC. Karena komitmen yang dibangun di JC adalah untuk membangun kehormatan sepakbola Indonesia di mata dunia internasional," papar Djohar.

Lebih jauh Djohar menambahkan, jika ada pihak yang ingin mempermainkan proses kerja JC, akan mendapat hukuman dari masyarakat. "Karena masyarakat jadi tahu, siapa sebetulnya yang memang berniat mengacaukan persepakbolaan Indonesia, demi kepentingan pribadi atau kelompok," beber Djohar.

JC merupakan bagian dari hasil MoU di Kuala Lumpur 7 Juni lalu yang bertugas merumuskan dan harmonisasi rancangan perubahan sesuai isi MoU Kuala Lumpur. Kemudian JC akan membawa ke kongres PSSI sebagai forum tertinggi untuk mendapatkan pengesahan atau penolakan.

Di lain pihak, Ketua Umum KPSI, La Nyalla Mahmud Mattalitti, menyebut anggota Joint Committee (JC) dari pihak Djohar Arifin semakin mendekatkan dengan sanksi dari FIFA. Beberapa kali mundurnya pertemuan yang dianggap dilakukan secara sengaja oleh perwakilan PSSI, membuat geram La Nyalla. Ketum PSSI versi KLB Ancol tersebut merasa MoU yang telah disepakati disepelekan.

"Jika MoU disepelekan dan kongres yang diminta AFC diabaikan, saya pastikan Indonesia akan kena sanksi," ujar La Nyalla seraya menambahkan beberapa suporter menuntut agar JC dapat bekerja secara maksimal untuk menyelamatkan sepakbola Indonesia. "Saya tegaskan, perjuangan KLB Ancol tak pernah surut. Semoga ini menyadarkan Djohar Arifin, bahwa sepakbola Indonesia bukan milik orang per orang."

La Nyalla pun berharap, seluruh anggota JC dapat bekerja dengan baik, karena dirinya tak akan bisa menolong jika sanksi dikeluarkan FIFA. "Jika JC tidak berjalan dan sanksi itu akhirnya dikeluarkan oleh FIFA, saya tak akan bisa menolong, barangkali Tuhan pun tak akan bisa menolong," tandasnya. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger