' Berjuang Mati-Matian, Lifter Triyatno Rebut Perak Olimpiade - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Berjuang Mati-Matian, Lifter Triyatno Rebut Perak Olimpiade

Berjuang Mati-Matian, Lifter Triyatno Rebut Perak Olimpiade

Written By dodi on Thursday, August 2, 2012 | 8:00 AM

LONDON - Kontingen Indonesia berhasil menambah perolehan medali di arena Olimpiade London 2012 melalui kehebatan atletnya di Cabang angkat besi. Setelah lifter Eko Yuli merebut perunggu, kali ini giliran lifter putra Triyatno yang mempersembahkan medali perak. Medali perak berhasil direbut oleh Triyatno setelah ia berjuang keras dalam perlombaan di kelas 69 kilogram putra yang berlangsung di arena Excel London, Rabu (1/8).

Triyatno mampu menduduki peringkat kedua dalam klasemen akhir setelah membukukan total angkatan seberat 333 kilogram. Lifter peraih medali SEA Games 2011 itu awalnya tampil kurang meyakinkan pada angkatan snatch setelah mengangkat beban seberat 145 kg. Tetapi, pada saat angkatan clean and jerk, ia secara dramatis berhasil mengangkat beban seberat 188 kg pada kesempatan ketiga atau terakhir.

Medali emas di kelas 69 kg putra diraih oleh lifter China, Lin Qingfeng, yang membukukan total angkatan 344 kg. Sementara medali perunggu direbut lifter Romania, Martin Razvan Constantin, dengan angkatan seberat 332 kg. Lifter Indonesia lainnya yang juga berlaga di kelas ini, Deni, belum mampu unjuk gigi. Peraih perak SEA Games 2011 ini hanya menempati peringkat 12 dengan total angkatan seberat 311 kg.  Deni mengangkat beban 140 kg pada angkatan snatch dan 171 kg pada saat clean and jerk.

Dengan tambahan satu medali perak ini, Indonesia dipastikan akan memperbaiki posisinya dalam peringkat perolehan medali. Perak yang disumbangkan Triyatno paling tidak telah menjaga tradisi medali olimpiade dari angkat besi. Lifter Indonesia, khususnya lifter putra, memang sudah lama unjuk gigi di olimpiade.

Penonton yang memadati Excel London, tempat pertandingan angkat besi, seketika menahan nafas. Di panggung, atlet Indonesia Triyatno sedang berusaha mengangkat beban 188 Kg untuk angkatan snatch and jerk kelas 69 Kg. Atlet asal Kalimantan Timur itu belum pernah melakukannya sebelumnya. Bahkan dalam latihan sekalipun. Ia nyaris gagal, kakinya terseok-seok menahan beban seberat itu, namun ia terus berusaha keras menahan beban itu agar tidak jatuh. Ia pun berhasil walau hanya sejenak.

"Dalam hati saya berkata, saya harus mati-matian menahan, ini kesempatan terakhir saya. Kalau perlu mati di sini tidak apa-apa," kata Triyatno usai meraih medali perak. "Tadi hampir jatuh tetapi saya tahan terus sampai ada perintah down, baru saya jatuhkan," tambahnya. Sebenarnya, atlet kelahiran Lampung 20 Desember 1987 itu sudah mengamankan medali perunggu ketika mampu mengangkat beban 186 Kg.

"Tetapi kalau ingin perak, harus mampu 188 Kg kata pelatih, dan saya mau berusaha semaksimal mungkin," tambah anak bungsu dari tiga bersaudara itu. Usahanya itu tidak sia-sia. Anak pasangan Suparno dan Sukatinah tersebut mampu mempersembahkan medali perak bagi Merah Putih, lebih baik dari hasil yang diperolehnya di Beijing empat tahun lalu ketika ia meraih perunggu. SAN
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger