' Beli Mobil Pribadi,Direksi PDAM Gunakan Dana Perusahaan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Beli Mobil Pribadi,Direksi PDAM Gunakan Dana Perusahaan

Beli Mobil Pribadi,Direksi PDAM Gunakan Dana Perusahaan

Written By dodi on Wednesday, August 29, 2012 | 8:00 AM

BEKASI (LJ) - Sekjend LSM, Pemantau Pembanguna & Pengelolaan Keuangan Negara (KP3N), Tampubolon,mempertanyakan kebijakan mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bagasasi, Wahyu, yang pada tahun anggaran 2010 lalu telah mengalihkan kendaraan oeprasional perusahaan menjadi kendaraan pribadi para direksi.

Akibat kebijakan tersebut, perusahaan plat merah ini, tidak lagi memiliki kendaraan operasional. Ironisnya, sampai saat ini, perusahaan tersebut tidak pernah membuat berita acara pelaporan (BAP) pengalihan kendaraan aset perusahaan, jelasnya kepada LINGKAR JABAR kemarin.

Dia mencontohkan pada akhir tahun anggaran 2010, Direksi dan Kepala bagian (Kabag) serta Kepala kantor cabang mendapatkan kendaraan operasional jenis Terios, sebanyak dua puluh tiga unit. Selanjutnya, kendaraan dinas ini dialihkan menjadi kendaraan atas nama pribadi.

Sebagai perusahaan milik pemerintah daerah, kata dia, sudah semestinya setiap pengadaan kendaraan operasional perusahaan harus terbuka dan melalui proses lelang.Namun, kenyatannya prosedur tersebut tidak dilakukan oleh mantan Dirut PDAM, dia telah membuat kebijakan dengan menjadikan kendaraan operasional perusahaan menjadi atas nama pribadi.

Jumlahnya mencapai puluhan kendaraan dengan beragam jenis, seperti Kijang Kapsul, Escudo dan Avansa. Dengan tidak jelasnya pelaporan aset perusahaan,bupati dan walikota Bekasi sebagai pemilik perusahaan harus membentuk tim untuk menghitung aset PDAM. “Kami menduga pemberhentian Dirut PDAM tanpa tindakan hukum hanya untuk menyelamatkan Direksi PDAM dari Jerat hukum," katanya.

Kendaraan operasional yang dipakai, lanjutnya, seperti mantan Dirut ada empat unit antaralain, Nissan X treel, CRV, Yaris  dan Honda Accord, Direktur Umum (Dirum) saat ini menjadi Direktur Utama (Dirut) Honda CRV dan Kijang Inova dan Direktur Teknik (Dirtek) saat ini menjadi Direktur Umum (Dirum)."Dengan kebijakan direksi tersebut, terbukti telah menimbulkan kecemburuan sosial bagi karyawan," katanya. TAM   
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger