' Bazzar Pasar Ramadhan Berakhir Pedagang Merugi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » , » Bazzar Pasar Ramadhan Berakhir Pedagang Merugi

Bazzar Pasar Ramadhan Berakhir Pedagang Merugi

Written By dodi on Wednesday, August 8, 2012 | 8:00 AM

KAB.BANDUNG (LJ)- Berakhirnya pasar ramadhan yang digelar Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bandung, pekan kemarin yang berlokasi di halaman Badan Penanaman Modal dan Perizin (BPMP). Dengan berakhirnya pasar ramadhan tersebut, sebagian besar pedagang mengeluh karena merugi.

“Selama mengikuti bazar pasar ramadhan dilingkungan komplek Pemkab Bandung, saya merugi karena selama berjualan tidak ada satupun konsumen yang berbelanja” Kata salah satu pedagang pakaian yang tidak mau disebutkan namanya, yang mengaku pedagang asal soreang kepada LINGKAR JABAR, Selasa, (7/8) di Soreang Kabupaten Bandung.

Menurutnya untuk bisa mendapatkan lapak untuk berjualan di Bazar Pasar Ramadhan yang digelar Diskerindag tersebut, dirinya memabayar administrasi pendaftaran akan tetapi, selama menggelar pasar tersebut, tidak ada satupun konsumen yang berbelanja di kios lapaknya itu,tuturnya.

Walaupun demikian lanjutnya Ia tidak merasa kecewa akan ruginya berjualan selama itu, karena hal serupa dirasakan oleh sebagian besar pedagang yang mengikuti bazar pasar ramadan tersebut. Yang menjadi keluhan pihaknya adalah, pegelaran bazar tersebut seharusnya diperpanjang “barangkali kalau waktunya diperpanjang ada pembeli yang datang,” pungkasnya

Hal senada juga dikatakan oleh pedagang bahan sembako, “pengunjung bazar tersebut memang banyak berdatangan setiap harinya, akan tetapi yang berbelanja sangat minim sehingga kalau berhitung dan pepatah mengatakan besar pasat dari pada tiang,”  tegasnya.

Sementara itu menurut warga Kutawaringin Dede R mengatakan, pasar yang digelar dinas terkait berbeda dengan tema karena menurut pengalamannya selama berkunjung di bazar tersebut, harga yang ditawarkan oleh para pedagang sangat mahal.

"Wajar ketika para pengunjung tidak berbelanja di bazar tersebut karena harga yang ditawarkan sama dengan harga pasar, bahkan sebagian besar barang yang ditawarkan harganya lebih mahal dari harga supermarket atau pasar tradisional sehinnga para pengunjung tidak akan mau berbelanja," pungkas Dede. (RUS/GIN)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger