' Bantuan Pompa Air Gubernur, Manfaatnya Tidak Maksimal - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Bantuan Pompa Air Gubernur, Manfaatnya Tidak Maksimal

Bantuan Pompa Air Gubernur, Manfaatnya Tidak Maksimal

Written By dodi on Thursday, August 2, 2012 | 8:00 AM

KAB.PURWAKARTA (LJ) - Pompa air bantuan yang diberikan dari Gubernur Jawa Barat, untuk para petani di Kabupaten Purwakarta, sebanyak 44 unit pompa, pada musim kemarau saat ini pemanfaatannya tidak maksimal. Sehingga Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan (Distanhutbun) mencatat sebanyak 1.250 hektar, sawah tersebut kini mengalami kekeringan.

“Tanaman padi yang mengalami kekeringan itu, tersebar di Kecamatan Cibatu, Campaka, Tegalwaru dan Kecamatan Purwakarta,” terang Dedi Setiadi, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Distanhutbun, kepada LINGKAR JABAR, Rabu (1/8), kemarin, terkait ribuan hektar sawah di Purwakarta alami kekeringan.

Dedi mengatakan, Distanhutbun mencatat dari 1.250 hektar yang mengalami kekeringan tersebut, 80 persen diantaranya merupakan sawah irigasi teknis. Padahal tanaman padi milik para petani yang tersebar di sejumlah kecamatan itu, sudah memasuki masa panen. Namun jika kedepannya belum juga turun hujan, maka ribuan hektar sawah itu terancam puso.

"Salah satu upaya untuk mengantisipasi terjadinya puso, Distanhutbun mengusulkan bantuan kepada pemerintah provinsi (pemprov) Jabar berbentuk sarana produksi tani (saprotan) seperti benih unggul dan pompa air. Karena bantuan pompa air, akan sangat bermanfaat bagi para petani yang sawahnya kini kritis karena mengalami kekeringan," tuturnya.

Permasalahan yang dihadapi oleh para petani, lanjut Dedi, bantuan pompanisasi yang sudah di distribusikan kepada kelompok tani pemanfaatnya tidak maksimal, karena sulitnya mendapatkan sumber air. Kecuali itu, pihaknya juga belum bisa memastikan, apakah tahun 2012 ini, akan ada bantuan atau tidak.

"Yang melegakan bagi Distanhutbun, untuk mendapatkan air bagi areal perawahan, para petani terus melakukan terobosan-terobosan, salah satu dengan membuat sumur pantek. Dimana saat ini tercatat sudah ada 100 sumur pantek yang mampu menghasilkan debit air sekitar lima liter perdetiknya," ujarnya.

Lanjut dia menjelaskan, air yang dihasilkan dari sumur pantek tersebut, jauh lebih besar jika dibandingkan dengan kebutuhan padi sebanyak satu liter perdetiknya. "Karena itu, Distanhutbun terus berupaya, agar sawah-sawah milik para petani tersebut, tidak sampai mengalami puso. Jika itu terjadi, maka para petani akan menanggung kerugian yang cukup lumayan," ucapnya. YAS


Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger