' Bangun TPT, Tujuh Pohon Mahoni Ditebangi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Bangun TPT, Tujuh Pohon Mahoni Ditebangi

Bangun TPT, Tujuh Pohon Mahoni Ditebangi

Written By dodi on Wednesday, August 8, 2012 | 8:00 AM

KAB.BOGOR (LJ)- Pembangunan Pembuatan Tembok Penahan Tebing (TPT) pada ruas jalan Cisalada-Benteng, di Kampung Cikupa, Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, yang dilaksanakan oleh CV. Sinar Persada, dengan nilai proyek Rp. 943.250.000, dan No/tgl kontrak : 620/G.003-17.1003/TPT-JLN/SPJPK/DBMP, dilakukan dengan mengorbankan sebanyak tujuh pohon Mahoni yang berada tepat di pinggir jalan alternatif tersebut dimana proyek sedang dikerjakan.

Adanya tujuh pohon yang ditebang, sesuai dengan aturan harus memiliki perijinan resmi dari Dinas Kehutanan, mengingat pohon keras Mahoni merupakan jenis pohon yang dilindungi. Sedangkan saat ditebang, baik pihak pemborong maupun warga yang meng klaim memiliki pohon Mahoni tersebut, sama sekali tidak memiliki perijinan apapun.

Pantauan dilapangan, pembangunan TPT sedang dilakukan dengan beberapa orang pekerja terlihat memasang pondasi tebingan. Tampak bekas penebangan Ketujuh pohon Mahoni berada tepat di pinggir jalan, sedangkan akar dari penebangan pohon tersebut belum diangkat atau disingkirkan dari dalam tanah.

Saat ditemui, Kades Cisalada, H.Iyus membenarkan bahwa telah terjadi penebangan tujuh pohon Mahoni yang tidak memiliki perijinan. "Saat pohon tersebut ditebang, pihak pemborong maupun warga yang mengaku pemilik pohon tidak memiliki ijin, tetapi setelah satu minggu baru mereka pada mengurus ijin penebangan pohonnya," jelasnya.

Kades menambahkan, saat ini terjadi saling tuding antara pemborong dan warga yang mengaku pemilik pohon, terkait masalah perijinan. "Pemborong melimpahkan masalah perijinan ke pemilik pohon, sedangkan pemilik pohon di suruh menebang oleh pemborong. Yang pasti sekarang perijinannya sedang di urus," kilahnya.

Sementara itu, konsultan CV. Sinar Persada, Asep mengatakan, permasalahan penebangan pohon Mahoni merupakan kewenangan pihak pemborong dan Dinas Binamarga dan Pengairan (DBMP). Penebangan pohon diakui Asep, dilakukan karena mengganggu pelaksanaan pekerjaan pembangunan TPT. "Memang pohon itu layak ditebang, karena mengganggu pekerjaan pembangunan TPT, secara teknis pekerjaan akan terhambat dengan adanya pohon itu, karena pohon tersebut memiliki akar yang nantinya mempengaruhi keberadaan TPT," terangnya.

Salah satu warga sekitar, Rahmat (52) mengatakan, adanya penebangan pohon Mahoni ditakutkan bilamana musim hujan tiba, TPT yang sudah dibangun tidak mampu menahan derasnya air hujan, sehingga bisa ambrol dan jebol. "Pohon itu selama sekitar 20 tahun ini, mampu menahan tebingan sehingga tidak pernah terjadi longsor. Kami sangat menyayangkan adanya penebangan pohon untuk kepentingan pembangunan TPT, padahal kalau pohon tersebut tidak di tebang juga, tidak akan bermasalah, bahkan menambah kuat agar tidak terjadi longsor," pungkasnya. ASP
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger