' Aktor Intelektual Perusakan Ponpes di Depok Diciduk - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Aktor Intelektual Perusakan Ponpes di Depok Diciduk

Aktor Intelektual Perusakan Ponpes di Depok Diciduk

Written By dodi on Thursday, August 30, 2012 | 8:00 AM

DEPOK - Sehari setelah meringkus sepuluh pelaku pengrusakan dan pembakaran Pondok Pesantren (Ponpes) Mashadul Al Mustatobah, di Kecamatan Sawangan, Kota Depok - Jawa Barat, petugas Satuan Reskrim Polresta Depok berhasil meringkus satu dari empat orang yang diduga menjadi aktor intelektual aksi kekerasan tersebut.

Pelaku yang diketahui berinisial AS itu diringkus di kawasan Bojongsari, Sawangan Depok. Belum jelas apa motif AS dan keterlibatannya di balik aksi anarkis tersebut. "Kami belum bisa jelaskan apa perannya, yang jelas saat ini tengah kami dalami. Dugaan sementara dia ini salah satu aktor intelektualnya," kata Kapolresta Depok Komisaris Besar Polisi, Mulyadi Kaharni, Rabu (29/8).

Saat ini, AS tengah menjalani pemeriksaan di Mapolresta Depok. Berbeda dengan para pelaku lainnya yang umumnya tergolong berusia muda alias ABG, AS yang diduga menjadi aktor intelektual justru masuk kategori dewasa.

Sementara itu, sampai kemarin, sejumlah personil Sabhara Polresta Depok dan Polsek Sawangan masih melakukan penjagaan di sekitar lokasi. Saat ini, di Kampung Curug, Sawangan, situasi tampak lengang dan kondusif.

Diberitakan sebelumnya, pasca pengrusakan dan pembakaran Ponpes Mashadul Al Mustatobah di Sawangan Depok, Jawa Barat, Senin 27 Agustus dinihari, polisi kembali menambah jumlah tersangka menjadi 10 orang dengan jumlah sebelumnya hanya lima orang.

Ironisnya, dari kesepuluh orang pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka itu, sembilan diantaranya masih berusia di bawah umur alias masih ABG dan berstatus pelajar. Mereka masing-masing berinisial. MR (16 tahun), DS  (17 tahun), AS (15 tahun), MJ (15 tahun), Mn(14 tahun), IG (17 tahun), FR (18 tahun), EL (16 tahun) dan MF (16 tahun). Sedang satu lagi telah berusia dewasa, ia berinisial K (21 tahun).

Aksi pembakaran ponpes itu terjadi menyusul adanya kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh FA 30 tahun, terhadap salah seorang santrinya, MJ yang masih berusia 18 tahun. Dari keterangan yang didapat, perbuatan mesum FA telah berlangsung sejak MJ masih duduk di SMP. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini FA terancam dengan jeratan pasal 81 perlindungan anak dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun. HRS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger