' Ahmad Heryawan: Kader Posyandu Seperti Pahlawan Tanpa Jasa - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Ahmad Heryawan: Kader Posyandu Seperti Pahlawan Tanpa Jasa

Ahmad Heryawan: Kader Posyandu Seperti Pahlawan Tanpa Jasa

Written By dodi on Thursday, August 2, 2012 | 8:00 AM

KAB.SUBANG (LJ) - Gubernur Jawa Barat,Ahmad Heryawan mengklaim bahwa kader-kader Posyandu yang tersebar di seluruh Indonesia adalah sebagai pahlawan yang menentukan masa depan Indonesia. Dalam tugasnya sering memperhatikan masa depan generasi muda dan masa depan Indonesia. Balita-balita yang sekarang adalah yang akan menjadi pemimpin pada 25 tahun mendatang.

“Wajah Indonesia 25 tahun mendatang, akan diwarnai oleh balita-balita sekarang, adalah yang akan menjadi pemimpin di masa depan,” kata Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat, kepada LINGKAR JABAR, Rabu (1/8), usai acara Pencanangan Bulan Penimbangan Balita dan Launching Desa Mandiri menuju Desa Peradaban tahun 2012 di Pagaden Subang.

Kegiatan pencanangan Bulan Penimbangan Bayi, kata Heyawan, adalah upaya menyegarkan kembali bahwa kegiatan penimbangan balita yang sangat penting. Karena melalui kegiatan tersebut dapat diketahui perkembangan balita sejak awal dari berat dan tinggi badan di Poyandu. Di Jawa Barat saat ini, terdapat 48 ribu posyandu 214 ribu kader siap melayani 6 juta balita di Jabar.

"Pada kesempatan ini, juga dilakukan launching, Desa Peradaban tahun 2012, di Jawa Barat dengan jumlah desa bertambah, sebanyak 150 desa dari 100 desa pada tahun 2011. Dengan ditingkatkannya jumlah desa Mandiri Peradaban, ada kemungkinan program ini adakn diadopsi oleh pemerintah pusat sebagai program pembangunan berbasis di desa," tuturnya.

Heryawan menyatakan, betapa pentingnya pembangunan yang dilaksanakan berbasis desa Kepala Desa adalah pempimpin yang mengetahui segala tantangan yang dihadapi oleh masyarakat. "Maka dari itu yang paling penting ialah perhatian kepada desa. Anggaran yang optimal untuk pembangunan desa, ialah minimal Rp500 juta, per tahun," ujarnya.

Sementara itu, Plh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), DR. Heri Hudaya, pihaknya sengaja memilih pagaden sebagai tempat kegiatan, karena memiliki sejarah bahwa Kabupaten Subang adalah Pelopor Pembentukan Posyandu di Jawa Barat.

Pada kesempatan ini, mengkampanyekan posyandu dan komitmen kepala daerah pada pemberdayaan posyandu. Dirasakan peranannya masih rendah. "Optimalisasi peranan dilakukan diantaranya dengan Bulan Penimbangan Balita, yang harus diberikan bantuan infrastruktur kepada 100 desa dan bantuan penanggulangan kemiskinan kepada 5 desa hutan dan desa pesisir di Jawa Barat," ujarnya.

Plt. Bupati Subang, Ojang Sohandi, menyampaikan, pentingnya gotong royong pada pembangunan. Upaya tersebut memerlukan keberasaamaan antara aparatur pemerintah, ulama, dan masyarakat secara keseluruhan.

Ojang menyatakan, tentang ancaman di masyarakat akibat kurang berperannya aparatur pemerintah. "Ulama yang tidak lagi berkiprah di medan perjuangannya dan masyarakat mulai terkotak-kotak, sudah hilang ruh gotong royongnya. Maka pada saat itu sulit sekali mengharapkan keberhasilan pembangunan," pungkasnya. ADE
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger