' Yance Gerah, Konflik Internal Golkar Terkuak - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Yance Gerah, Konflik Internal Golkar Terkuak

Yance Gerah, Konflik Internal Golkar Terkuak

Written By dodi on Wednesday, July 11, 2012 | 8:00 AM

BANDUNG - Maraknya pemberitaan terkait dengan konflik di internal Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat terkait dengan penetapan calon gubernur (Cagub) untuk Pilgub Jabar 2013, membuat gerah Irianto MS Syaifuddin alias Yance, Ketua DPD Golkar Jabar sekaligus kandidat Cagub yang telah ditetapkan seluruh DPD Golkar Kabupaten/Kota se-Jabar. Dia pun meminta agar para pengamat politik tidak memperkeruh suasana di internal partai Golkar.

"Mereka itu tidak tahu secara persis tentang pencalonan gubernur di Golkar, hal tersebut diatur dalam juklak No 13 DPP Partai Golkar. Dan saya tegaskan jika pencalonan saya sudah sesuai prosedur," kata Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Irianto MS Syaffiudin di Kota Bandung, Selasa (10/7). Yance juga mengkritik sikap dari pengamat politik yang dinilainya banyak ikut campur dalam persoalan internal partainya. Ia mencontohkan seperti komentar yang menyatakan tidak ada transparansi dalam bursa pencalonan cagub Jabar dari partainya.

Dijelaskannya, partainya secara terbuka membuka kesempatan bagi kader Partai Golkar untuk maju pencalonan diri dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013. Secara pribadi, kata Yance, dirinya mempermasalah, jika ada kader lain yang ingin maju di Pilgub Jabar. Pasalnya, hal tersebut merupakan bagian dari berpolitik dan demokrasi. "Saya juga secara demokratis maju dalam pencalonannya. Silahkan saja kalau maju, asal sesuai tahapan prosedur dari partai," kata dia.

Lebih jauh Yance mengatakan, pengamat politik menilai atau memberikan komentar dari segi pertarungan Pilgub Jabar merupakan hal yang lumrah. Namun, jangan sampai masuk ke internal partai masing-masing. "Saya melihat ada upaya pemecah belah melalui pernyataan para akademisi ini. Saya tidak merasa ambisi maju dalam meraih kursi Jabar 1. Silahkan saja kalau memang dari Golkar ada yang layak, ini merupakan dukungan rakyat jabar yang harus diwujudkan," ujar mantan Bupati Indramayu ini.

Sebelumnya, beberapa tokoh masyarakat, pengamat politik dan bahkan kader senior Golkar Jabar mengkritisi soal penetapan Yance sebagai Cagub yang dinilai tidak realistis dan tidak sesuai dengan etika politik. Bahkan, salah satu tokoh Jawa Barat, Tjeje Hidayat Padmadinata menilai Golkar jangan memaksakan diri untuk maju sebagai Cagub karena masalah elektabilitas yang kurang signifikan.

Tjeje pun mengatakan sudah beruntung jika ada salah satu kader Golkar yang jadi Wakil Gubernur pada Pilgub Jabar 2013. “Sebetulnya, Partai Golkar sudah wakilpun sudah sangat menguntungkan. Jadi tidak usah memaksakan,” kata Tjetje saat ditemui wartawan belum lama ini.  Dia mengklaim saat ini Golkar tidak ada keterbukaan serta tidak memberi kesempatan pada figur-figur lain.

Seperti hendak menyentil Yance, tambah Tjeje, bagi para calon gubernur dari partai manapun yang hendak maju Pilgub nanti haruslah menggandeng dari partai lain. “Terlalu naf jika harus mengambil dari partainya sendiri. Bahkan dapat dibilang partai tersebut sombong dan bodoh, kalau sampai mencari pasangan dari partainya sendiri,” tandasnya.

Seperti diketahui, pengurus dan kader di DPD Golkar Jabar masih belum sepenuhnya solid untuk mengusung Yance. Ditambah lagi, DPP Golkar juga sedang sibuk mencari-cari pasangan yang paling pas untuk memperebutkan kursi Jabar I dalam Pilgub 2013. DPD Golkar Jabar, dengan suara tidak utuh dan kemudian dinodai pemecatan 26 pengurusnya, telah mengukuhkan Yance untuk maju sebagai cagub.

Tapi untuk kepastiannya masih harus menunggu ketetapan DPP di Jakarta. SK penetapan Yance dijanjikan turun akhir bulan kemarin. Namun, apa hendak dikata, DPP ternyata cuma bergurau belaka. DPP Golkar malah mendahulukan pengukuhan Ketua Umum Aburizal Bakrie sebagai calon presiden kendati pilpresnya masih lama, sementara penetapan Yance yang lebih mendesak tak kunjung datang.

Alasannya, kata Wakil Ketua DPD Golkar Jabar Ali Hasan, "Pak Ical sibuk banget, jarang ada di kantor." Padahal, seandainya DPP serius dan tidak bercanda, SK untuk Yance mestinya sudah dikirim ke Bandung sejak jauh hari karena pilgub akan digelar Februari 2013. Tak pelak, statement Uu Rukmana, mantan Ketua DPD Golkar Jabar yang dalam sebuah acara pernah menyebut calon incumbent Ahmad Heryawan bisa menang kembali merupakan sinyal pembelotan? FER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger