' Warga Pasir Angin Keluhkan Pengusaha Pengangkut Tanah - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Warga Pasir Angin Keluhkan Pengusaha Pengangkut Tanah

Warga Pasir Angin Keluhkan Pengusaha Pengangkut Tanah

Written By dodi on Friday, July 13, 2012 | 8:00 AM

KAB.BOGOR (LJ) - Puluhan warga Desa Pasir Angin, Kecamatan Cilengsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendatangi kediaman Kepala Desa (Kades) Pasir Angin, meminta segera menentukan sikap untuk menghentikan dan melarang kendaraan truk pengangkut tanah yang melintas ke Jalan Raya Pasir Angin, hingga menyebabkan rusak parah.

Suminta, Ketua RW 01, Desa Pasir Angin menyatakan, kedatangan warga ini, untuk meminta agar Kades pasir angin, jangan ragu untuk menentukan sikap untuk menghentikan atau melarang kenderaan Truk pengangkut tanah yang melintas melalui Jalan tersebut.

"Truk pengangkut tanah tersebut, yang mengakibatkan rusaknya, Jalan Raya Pasir Angin, karena beban yang dibawanya melebihi kapasitas (tonase). Bahkan, selain itu, kerap sekali menyebapkan kemacetan, karena Jalan Pasir Angin ini, tidak cukup lebar untuk dilalui truk sebesar tronton itu," ujar Suminta kepada LINGKAR JABAR, Kamis (12/7).

Sementara itu, Kades Pasir Angin, Romawijaya, mengatakan, kedatangan warga tersebut, meminta agar Jalan yang sering dilintasi oleh truk itu, segera dihentikan. "Usulan yang disampaikan oleh warga itu, saya sebagai kades tidak mempunyai kewenangan tentang menghentikan jalan tersebut. Jalan itu, yang mempunyai kewenangan adalah UPTJ Binamarga dan Jembatan. Dan, nantinya saya akan menyampaikan kepada dinas-dinas terkait, tentang permasalahan tersebut," ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk melarang Truk tersebut, yang telah merusak bahu Jalan raya Pasir Angin, banyak dikeluhkan oleh warga setempat. "Kegiatan pengusaha galian tersebut, akan saya tutup. Karena saya yakin pengusaha galian itu, pasti tidak mengantongi izin yang lengkap. Nantinya penghentian itu, akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, yang mempunyai kewenangan penuh dalam mengambil kebijakan," imbuhnya.

Namun selaku Pemerintahan Desa (Pemdes) yang berada di wilah, pihaknya akan menyampaikan keluhan kepada Pemerintah Propinsi (Pemprop), agar bisa menanggapi keluhan masyarakat yang berada di bawah. Sehingga dapat mempertanyakan tentang legalitas perizinan galian tanah tersebut. Jas/Wan/Ind
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger