' Wabup Cianjur Temukan Barang Kadaluarsa Sa’at Sidak - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Wabup Cianjur Temukan Barang Kadaluarsa Sa’at Sidak

Wabup Cianjur Temukan Barang Kadaluarsa Sa’at Sidak

Written By dodi on Tuesday, July 31, 2012 | 8:00 AM

CIANJUR (LJ) Menjelang bulan puasa kebutuhan pokok melonjak naik akibat meningkatnya permintaan pasar terhadap barang dan jasa.

Untuk mengecek kondisi pasar, Wakil Bupati Cianjur Suranto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga pasar tradisional guna memantau harga sekaligus mengecek persediaan komoditas bahan kebutuhan pokok selama Puasa dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriyah, Senin (30/7).

Saat melakukan pantauan harga di pasar, Suranto didampingi jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan, Dinas Kesehatan, serta Satpol PP,sasaran pertama sidak adalah Pasar Cipanas, kemudian ke Pasar Muka dan Pasar Induk Cianjur.

Selain memantau harga dan persediaan bahan kebutuhan pokok, Suranto juga memantau makanan maupun minuman yang biasa dipakai kebutuhan parsel. Dari pemantuan ditemukan beberapa produk makanan yang sudah kadaluwarsa. Pihak penjual paket parsel pun diminta untuk menarik produk jenis susu tersebut.

"Kita laksanakan sidak ini untuk memantau harga dan persediaan bahan kebutuhan pokok selama Puasa dan menjelang Lebaran.
Menjelang Puasa hingga saat ini memang ada beberapa komoditas yang harganya naik. Tapi tidak terlalu signifikan, masih relatif stabil. Diprediksikan, beberapa hari menjelang Lebaran harga dipastikan naik. Itu sudah merupakan mekanisme pasar. Tapi kenaikan harga ini akan terus kami pantau," kata Suranto di sela-sela peninjauan di Pasar Muka, Senin (30/7).

Suranto pun sengaja mengajak jajaran Disperindag, Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan, Dinas Kesehatan, serta Sat Pol PP dalam kegiatan sidak itu, untuk memantau peredaran daging sapi gelonggongan atau ayam tiren. Namun dari hasil pengecekan langsung, tidak ditemukan adanya peredaran daging sapi gelonggongan maupun ayam tiren di Cianjur.

"Sebetulnya kalau masyarakat jeli, hal yang pertama mengetahui daging itu gelonggongan atau bukan, bisa dilakukan dengan memijit dagingnya. Jika dipijit keluar banyak air, berarti patut dicurigai itu daging gelonggongan. Dari hasil sidak tadi, kami sudah mengecek tidak ditemukan daging gelonggongan atau ayam tiren. Apalagi Kabupaten Cianjur merupakan produsen daging ayam potong termasuk telurnya," kata Suranto.

Dari sidak ini, pihaknya menemukan beberapa barang yang sudah kadaluarsa serta produk makanan dan minuman yang kemasannya penyok. “Produk seperti ini tidak layak lagi untuk dijual apalagi dikonsumsi karena kemasan yang sudah penyok dapat mengundang pertumbuhan bakteri didalam kemasan makanan tersebut yang dapat merugikan kesehatan,”tegasnya. (RUS)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger