' Tukang Ojek Dapat Pengarahan Kapolsek Arjawinangun - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » , » Tukang Ojek Dapat Pengarahan Kapolsek Arjawinangun

Tukang Ojek Dapat Pengarahan Kapolsek Arjawinangun

Written By dodi on Monday, July 16, 2012 | 8:00 AM

KAB. CIREBON, (LJ)- Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek Arjawinangun Kompol Oma Sujana didampingi Kepala Unit Lalu lintas (Kanit Lantas) Sektor Arjawinangun AKP Jhon H. Sitompul, baru-baru ini mengadakan kegiatan sosialisasi tentang peraturan berlalu lintas yang bertempat di balai Desa Jungjang Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon.

    Hadir dalam acara tersebut Kuwu Jungjang yang diwakili Drs. Zaenal Arifin selaku Kepala Dusun Blok 4 Desa Jungjang dan ratusan   tukang ojek yang mangkal di Wilayah Arjawinangun, Kepala Pasar Desa Jungjang Rd. Kholil Abdullah dan beberapa petugas Keamanan Pasar, dalam rangka ikut mendengarkan pengarahan dari Kapolsek dan Kanit Lantas Kepolisian Sektor Arjawinangun, juga ikut membantu pengamanan lalu lintas.

    Didalam kesempatan itu Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Arjawinangun Kompol Oma Sujana memberikan arahan kepada ratusan tukang ojek terkait masalah Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) antara lain berisi tentang Kewajiban Penggunaan Helm yang berstandar nasional Indonesia (SNI) sebagaimana diatur dalam Pasal 291 (1) Jo Pasal 106 ayat 8 dan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Kep.Menhub.RI) Nomor 24 Tahun 2001.

    Kapolsek juga memberitahukan kepada para tukang ojek tentang semua Pengendara kendaraan bermotor Roda dua (R2) dan Roda empat (R4) itu diwajibkan harus membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sebagaimana diatur didalam Pasal 288 ayat (1) jo Pasal 106 ayat 5 huruf a. disamping itu juga para pengendara kendaraan bermotor roda dua (R2) dan roda empat (R4) diwajibkan memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) sebagaimana di atur didalam Pasal 281 jo Pasal 77 ayat (1). Begitu kata Kapolsek Arjawinangun kepada LINGKAR JABAR disela-sela acara tersebut.

    Kapolsek menambahkan, terkait dengan masih adanya beberapa point pertanyaan dari tukang ojek antara lain tentang kesulitan masalah ujian pembuatan SIM yang sekarang bisa dilaksanakan di Polsek Arjawinangun, baik itu ujian kompetensi ataupun ujian praktek, dikarenakan masih ada sebagian tukang ojek yang masih belum lancer baca tulis dan ada lagi sebagian yang tidak bisa baca tulis sama sekali.

    “Sebenarnya Polisi itu tidak ada yang mempersulit, bahkan jika ada Polisi yang mempersulit, silahkan laporkan kesaya, langsung ataupun melalui HP, pasti akan saya tindak tegas," ujarnya.
    
    Termasuk dalam hal pembuatan SIM,kata dia, masyarakat, tidak perlu lagi datang ke Polres Sumber, karena Polsek Arjawinangun sekarang sudah bisa melaksanakan ujian kompetensi dan sebentar lagi ujian praktekpun bisa dilakukan disini "Ini kan mempermudah bapak-bapak, tidak perlu lagi bolak balik ke Sumber hanya sekedar mengikuti ujian kompetensi ataupun ujian praktek. Adapun mengenai kesulitan ujian kompetensi atau tertulis, bapa-bapa silahkan belajar dulu, kami siap bantu sekuat tenaga, agar bisa lulus,”katanya.
   
    Masih ditempat yang sama Kanit Lantas Polsek Arjawinangun AKP. Jhon. H. Sitompul menambahkan penjelasannya dengan mengatakankan, bahwa menggunakan Helm ber SNI, membawa STNK, dan memiliki SIM adalah hukumnya wajib, bukan sunnah lagi, dikarenakan ini semua sudah diatur didalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu lintas Angkut an Jalan raya, demi keselamatan kita semua.

    "Sebab anda semua ini adalah selaku pemberi jasa terhadap penumpang, maka keselamatan penumpangpun anda harus ikut bertanggung jawab, salah satu bentuk tanggung jawab anda adalah wajib mengikuti peraturan yang ada, diantaranya adalah sebagaimana yang sudah disebutkan tadi,”jelasnya. (LIL)    
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger