' Tersangka Korupsi di IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Tahan Polisi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Tersangka Korupsi di IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Tahan Polisi

Tersangka Korupsi di IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Tahan Polisi

Written By dodi on Wednesday, July 4, 2012 | 8:00 AM

KOTA CIREBON (LJ) – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon, menahan dua orang pejabat IAIN Syekh Nurjati Cirebon, masing-masing Nas dan Na, mereka ditahan karena disangka terlibat kasus korupsi dana pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dan dana Ikatan Orang Tua Mahasiswa (Ikomah) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Syekh Nurjati Cirebon senilai Rp 6,9 miliar.
    Kedua tersangka pejabat di kampus tersebut, dianggap bertanggungjawab dalam penggelapan dana yang dikucurkan pemerintah pusat pada tahun anggaran 2007-2009.    Penahanan kepada para tersangka, dilakukan secara terpisah. Polisi menahan Nas pada Sabtu (30/6) lalu, sedangkan NA ditahan pada Senin (2/7). Saat ini kedua tersangka pun mendekam di Rumah Tahanan Mapolresta Cirebon.
    Diketahui, Nas merupakan Kasubag Kepegawaian dan Keuangan di kampus tersebut. Sedangkan tersangka NA menjabat sebagai bendahara penerimaan PNBP.
    Kapolresta Cirebon, Ajun Komisaris Besar A. Edi Suheri melalui Kasatreskrim Polresta Cirebon Ajun Komisaris Didik Purwanto menjelaskan, kedua tersangka terbukti telah melakukan korupsi dana kampus dan dana bantuan pemerintah pusat. Tindakan korupsi yang dilakukan para tersangka ini mencakup empat poin. Pertama, para tersangka menduplikasi sumber anggaran kegiatan yang dilakukan pihak kampus senilai Rp 973.085.000.
    "Misalnya untuk satu kegiatan membutuhkan alokasi dana sebesar Rp 100 juta. Untuk melaksanakan kegiatan yang akan dilakukan, maka kedua tersangka itu menutupi dari dana PNBP. Namun, di lain sisi, mereka pun mengambil dari sumber pendanaan lain sebesar dana yang dibutuhkan untuk kegiatan serupa," ungkap Didik saat ditemui di ruang kerjanya di Mapolresta Cirebon, Kota Cirebon, Selasa (3/7).
    Kedua, terdapat penggelapan penggunaan dana PNBP dan IKOMAH 2008-2009 yang digunakan oleh dosen dan karyawan sebagai dana talang untuk kegiatan pembelajaran dan pemberian beasiswa kepada mahasiswanya senilai Rp 811.512.000.
    "Berdasarkan hasil penyidikan kami, terdapat penggunaan langsung dana yang bersumber dari Ikomah tetapi tidak bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya. Penggelapan dari sumber dana ini mencapai lebih dari Rp 3,5 miliar," katanya.
    Selanjutnya, para tersangka diduga menguras habis kas kegiatan kampus. Akan tetapi, untuk mengelabui pihak kampus, kedua tersangka ini dalam pertanggungjawaban keuangan menyebutkan bahwa kas kampus masih mempunyai Rp 1,6 miliar.
    "Setelah penyidik hitung, uang kampus yang ada di kas kampus tersebut hanya bersisa Rp 1,7 juta. Padahal, hasil audit per Desember 2007-2009 seharusnya mencapai Rp 1,625 miliar. Jadi, kas itu kosong, tinggal nilainya saja," ungkap Didik. GYO/HEN (C.12)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger