' Tarian Maut di Atas Moge - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Tarian Maut di Atas Moge

Tarian Maut di Atas Moge

Written By dodi on Tuesday, July 10, 2012 | 10:12 AM

RIBUAN pasang mata, decak kagum dan tepuk tangan, mewarnai atraksi "tarian maut" Wawan Jarwoto alias Wawan Tembong, saat mengaspal di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong. Ia mengendarai Motor Gede Honda CBR. Meski dalam sejarah kelihaiannya melakukan sirkus motor ini, dimulai dengan Yamaha V 75 saat tahun 2000 yang lalu.

Penonton sebagian besar merupakan para pecinta otomotif roda dua. Mereka tak henti henti tercengang ketika Wawan melakukan gaya bebas atau “freestyler” saat memulai aksinya. Atraksi ekstrim ini merupakan freestyler nasional yang didatangkan khusus oleh U Mild  untuk tampil diacara U Mild U Bikers Festrack 2012 di Bogor.

Pria asal Ampel, Boyolali, Jawa Tengah ini adalah jawara freestyle asli Indonesia dengan status Best of the Best Freestyle U Mild Freestyle Competition 2008-2011. Kemampuan Wawan Tembong "menari" diatas kuda besi sudah tidak diragukan lagi, dia sangat mahir memainkan beberapa trik dasar freestyle, seperti wheelie (atraksi bermotor dengan mengangkat roda depan) dan stoppie (atraksi mengangkat roda belakang saat mengerem motor) hingga trik-trik ekstrem yang sangat sulit sekali diperagakan oleh frestyler Indonesia lainnya.

Jika melihat gaya yang ditampilkan oleh lajang 24 tahun ini, tidak akan ada yang mengira kalau semua jurus akrobatik itu diperoleh secara otodidak tanpa dukungan instruktur profesional. Awalnya Tembong berkecimpung di dunia balap roadrace dan grasstrack. Sayang, olahraga kebut mengebut ini terlampau mahal untuk terus ditekuni. Lalu Tembong tergoda untuk terus menekuni olahraga menari di atas motor.

Bagi Tembong dapat mempertontonkan aksi ekstrimnya di atas motor di depan ribuan orang merupakan sebuah kepuasan tersendiri. Meski sering terjatuh dan cedera, namun Tembong mengaku tidak pernah kapok menjalani hobi berbahaya ini. Bahkan ia mempunyai obsesi untuk menciptakan gaya dan trik baru freestyle nasional serta mendukung freestyler lokal masing masing daerah untuk menciptakan ciri khasnya sendiri

Wawan mahir memainkan semua jenis motor. Mulai dari matic, bebek hingga motor ber CC besar sekalipun. Kepiawaian Wawan dalam menari di atas motor besar bisa dibilang setara dengan freestyle internasional lainnya. Walau Tembong juga mengakui bahwa ketersediaan motor berkapasitas besar di Indonesia menjadi penghalang para freestyler lokal melatih skill agar seimbang dengan freetyler impor. “Tekun berlatih, menjaga pola hidup sehat dan memperhatikan keamanan diri, adalah hal yang harus dilakukan untuk menjadi seorang freestyler andalan tanah air," kata Wawan, kepada LIGKAR JABAR.

Sementara itu, Arif Usman, Manager Area Consumer Engagement HM Sampoerna Tbk. wilayah Bogor, mengatakan, menghadirkan freestyle nasional adalah salah satu bukti komitmen U Mild. Yakni untuk terus melahirkan talenta-talenta lokal yang berprestasi dan mengapresiasi para penggemar otomotif roda dua di Bogor. Sekaligus memberikan pengalaman yang lebih meriah dan unik bagi perokok dewasanya.

“Memasuki tahun ketujuh penyelenggaraannya, U Mild U Bikers Festrack 2012 akan hadir lebih segar dan menghibur serta lebih mengeskpresikan semangat persaudaraan (brotherhood) antar bikers. Perokok dewasa U Mild di Bogor akan diberikan suguhan festival bikers yang lebih unik, meriah dan lebih melibatkan bikers lokal dalam setiap aktivitasnya,” kata Arif, kepada sejumlah wartawan.

Tak hanya menontonkan aksi yang memacu adrenalin dari freestyler nasional, para freestyler lokal Bogor juga dapat bertukar pendapat dan berbagi pengalaman dengan sang freestyler nasional ini. Tak hanya tampil, Tembong juga akan berbagi ilmu tentang gaya dan aksi-aksi yang membawanya jadi juara nasional kepada semua freestyler lokal agar terjadi transfer ilmu.

Digawangi oleh ISA (Indonesian Stunride Association), para penggila adrenalin stunt di Bogor akan menyimak dan mencoba teknik-teknik baru yang dipentaskan oleh Wawan. Rangga Oktora project officer dari ISA mengatakan para freestyler lokal sangat menanti kesempatan untuk mempelajari dengan seksama beberapa teknik baru yang disugguhkan Wawan. “Banyak pelajaran dan pengalaman dengan adanya freestyler nasional kali ini, karena terjadinya transfer ilmu dan teknik-teknik baru dari mereka,” jelas Rangga, lalu berharap dengan begitu suatu saat freestyler Indonesia bisa mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Maka tak lagi dipandang negatif sebagai hobi yang dianggap ugal-ugalan di jalanan.ALI/ZIZ
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger