' Swasembada Pangan di Kabupaten Cirebon Terancam - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » , » Swasembada Pangan di Kabupaten Cirebon Terancam

Swasembada Pangan di Kabupaten Cirebon Terancam

Written By dodi on Tuesday, July 10, 2012 | 10:44 AM

KAB.CIREBON (LJ) – Akibat alih fungsi lahan yang serampangan terhadap ribuan hektare areal pertanian di Kabupaten Cirebon, telah menyebabkan kawasan ini terancam produksi pangannya.Ribuan hektar lahan produktif yang dulu menjadi areal lahan pertanian subur, sekarang berubah menjadi kawasan permukiman dan industry.
    "Terus menyempitnya lahan lahan pertanian produktif di Kabupaten Cirebon dipastikan akan berpengaruh pada produksi pangan di daerah tersebut,swasembada pangan terancam," kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Cirebon, Mae Azhar, kemarin.
    Lebih lanjut Mae mengatakan, hal tersebut berakibat, program swasembada beras Kabupaten Cirebon pada 2014 mendatang terancam tidak tercapai. Selain itu, alih fungsi lahan pertanian produktif dinilainya akan menimbulkan pengangguran akibat hilangnya mata pencarian pada sektor pertanian. ”Padahal, penyerapan tenaga kerja dari sektor pertanian ini tergolong besar,” jelasnya.
    Pihaknya menyebutkan, ribuan hektare lahan pertanian produktif di Kabupaten Cirebon telah disulap menjadi kawasan permukiman maupun industri. Alih fungsi lahan produktif dapat terlihat pada bagian barat hingga timur Kabupaten Cirebon, terutama untuk kawasan permukiman. Sejumlah lokasi yang saat ini marak dibangun permukiman antara lain di Kecamatan Kedawung, Plumbon, Weru, Talun, Arjawinangun, Lemahabang, Pangenan, Mundu dan Astanajapura.
    "Harus diakui, pertumbuhan penduduk yang terus meningkat membuat kebutuhan akan tempat tinggal pun meninggi," kata dia.
    Karenanya, ia meminta pihak pemerintah daerah (pemda) agar mengambil langkah konkrit untuk mengatasi persoalan tersebut.
    Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Kehutanan (Distanbunnakhut) Kabupaten Cirebon Ali Effendi mengakui banyaknya areal pertanian produktif yang beralih fungsi menjadi permukiman dan kawasan industri. "Alih fungsi lahan pertanian kebanyakan untuk perumahan. Selain itu untuk pembangunan infrastruktur lainnya, seperti halnya jalan tol serta PLTU," kata Ali.
    Dia menyebutkan, untuk kebutuhan pembangunan jalan Tol Kanci-Pejagan saja, areal pertanian yang digunakan sekitar lebih dari 120 hektar. Untuk mengatasi persoalan tersebut pihaknya telah melakukan sejumlah langkah, antara lain melalui penetapan lahan abadi di setiap desa.
    Dia Luas lahan pertanian di Kabupaten Cirebon saat ini, kata dia mencapai 56.000 hektar dan 42.000 hektar di antaranya ditetapkan sebagai lahan pertanian abadi."Sisanya sekitar 14.000 hektar bisa digunakan untuk pembangunan," jelas dia.
    Untuk meningkatkan produksi pangan, pihaknya juga melakukan intensifikasi lahan pertanian dengan meningkatkan produktivitas setiap hektarnya. HEN/GYO (C.12)
 
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger