' Suplai 9000 Ekor Itik Perbulan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Suplai 9000 Ekor Itik Perbulan

Suplai 9000 Ekor Itik Perbulan

Written By dodi on Friday, July 6, 2012 | 3:46 PM

PETERNAK itik di Kabupaten Bekasi, H Saipul Bahri kini telah mampu menyuplai 9000 ekor itik perbulan. Semua usahanya itu, berawal di tahun 2007. Masa itu menjadi tonggak baru dalam sejarah kehidupannya sebagai peternak itik sekaligus ikan lele di Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

"Sebelumnya saya hanya iseng dan sekedar menghibur diri sambil mengisi waktu luang. Sekarang saya geluti dengan serius,” ujar H Saipul Bahri kepada LINGKAR JABAR, Kamis (5/7).

Saat memulai usaha peternakan itik dan lele yang dia berinama UD Bayu, Saipul memeliharanya dengan cara tradisional. Bebek atau itiknya dibiarkan mencari makan di sungai kecil dan sawah. Tapi seiring berputarnya waktu, hasil usahanya berkembang pesat. Lalu UD Bayu milik H Saipul dapat menyuplai 9.000 ekor itik perbulan dan 1200 kilogram ikan lele.

“Untuk harga itik, kami menjual antara Rp 18 ribu hingga Rp 35 ribu. Itik yang dijual rata rata berumur 1-2 bulan,” ujar pria berkumis ini.

Ketekunan, keuletan, dan kehati hatian dalam menjalankan usaha ternaknya, tak ayal mengantarkan H Saipul Bahri menjadi peternak yang berhasil. Kehidupan keluarganya pun kini jauh lebih baik. ”Alhamdulillah, dari usaha ternak itik, saya bisa mensejahterakan anak dan istri. Namun yang penting dalam hidup ini, saya bisa bermanfaat untuk orang lain,” katanya.

Hasil ternaknya saat ini baru dapat menyuplai untuk wilayah Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi dan Cakung Jakarta Timur. “Kami baru dapat menyuplai tiga daerah di Bekasi dan Jakarta Timur,” paparnya.

Sebagai peternak itik dan ikan lele, Ia hanya berharap pemerintah daerah memperhatikan harga pakan ternak yang kini cenderung naik dan mahal. ”Sekarang pakan ternak kosentrat 144 harganya Rp 290.000 per sak, katul Rp 2.500 per kilogram, dan kepala udang Rp 150 ribu per blong,” keluhnya.

Sebagai peternak itik dan lele yang terbilang sukses, H Saipul tetap bersahaja dalam melakoni hidup. ”Saya orangnya dari dahulu ya seperti ini,” katanya.

Selama 5 tahun menjalankan usahanya, Saipul mengaku lancar saja. Walaupun demikian, kasus flu burung berdanpak pula pada penurunan omzet. "Alhamdulillah, sampai sekarang ini aman-aman saja dan tidak ada ternak saya yang terserang flu burung. Namun, saat marak kasus flu burung, pengiriman itik sempat tertunda. Hal ini berdanpak pada penurunan omzet,” tuturnya.RBH
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger