' Sopir Angkot dan Penumpang Keluhkan Seringnya Pawai di Cianjur - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » , » Sopir Angkot dan Penumpang Keluhkan Seringnya Pawai di Cianjur

Sopir Angkot dan Penumpang Keluhkan Seringnya Pawai di Cianjur

Written By dodi on Thursday, July 19, 2012 | 8:00 AM

CIANJUR (LJ) Ratusan  sopir angkutan kota (angkot) berbagai trayek perkotaan yang biasa melewati jalur-jalur protokol di Cianjur, mengeluh seringnya diadakan pawai arak-arakan. Sehingga mereka terpaksa harus kehilangan calon penumpang akibat seringnya terjadi penutupan jalan.

Seperti pawai arak-arakan peserta lomba marching band antar sekolah dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional Indonesia yang melewati sejumlah ruas jalan protokol, Rabu (18/7). Keluhan serupa terjadi saat digelar pawai Hari Jadi Cianjur (HJC) ke-335 belum lama ini.

Akibat pawai arak-arakan itu, terjadi antrean kendaraan hingga mencapai belasan kilometer. Pengalihan jalur pun dinilai kurang berjalan efektif lantaran banyak kendaraan yang terjebak.

"Dalam sebulan ini sudah dua kali ada pawai. Mungkin bagi masyarakat lain pawai adalah sebuah hiburan. Tapi kami hanya seorang sopir angkot yang dikejar-kejar setoran," kata Dadang (46), salah seorang sopir angkot 02A saat berbincang dengan LINGKAR JABAR, Rabu (18/7).

Dia mengaku mengalami banyak kerugian terjebak kemacetan saat digelar pawai arak-arakan. Selain kehilangan calon penumpang, menurut Dadang, setoran pun dipastikan akan berkurang.

"Pusing saya mah kalau sudah ada pawai seperti ini, kedepannya mungkin harus dipikirkan oleh semua pihak agar jika menggelar kegiatan-kegiatan pawai mencari solusi biar tak merugikan masyarakat seperti kami sopir-sopir angkot ini," ujarnya.

Keluhan tersebut juga dialami oleh ratusan penumpang yang memanfa’atkan jasa angkot. Pasalnya, akibat penutupan jalan, rutenya menjadi jauh dan memutur sehingga pengguna angkot jadi terlambat hingga satu sampai dua jam ditempat tujuan.

Popy (26) seorang karyawan leasing, warga BTN Kopem, mengaku pusing dengan adanya pawai arak-arakan. Pasalnya, selain jalan menjadi macet, angkot yang ditumpanginya pun harus memutar jalan, karena rute jalan yang dilalui ditutup oleh petugas polisi.
“Terpaksa saya telat masuk ke kantor, padahal saya ada urusan penting dan buru-buru harus sampai di kantor,”katanya.

Penutupan jalan, kata Popy, berimbas tidak hanya pada angkot yang melalui Jalan Siliwangi saja, tetapi angkot jurusan lain pun menjadi terganggu. “Kan kasihan sopir angkot dan penumpang seperti saya ini, kalau untuk mengadakan kegiatan, kalau bisa jangan mengganggu kepentingan umum, untuk lomba marching band, saya rasa cukup dilakukan di lapangan Parwatasari saja, tanpa harus arak-arakan keliling kota,”ujar Popy. (RUS)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger