' Setelah P'arunk Transit, M One Hotel Dibidik - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Setelah P'arunk Transit, M One Hotel Dibidik

Setelah P'arunk Transit, M One Hotel Dibidik

Written By dodi on Monday, July 9, 2012 | 8:00 AM

KAB.BOGOR - Menyusul sejumlah aksi demo ulama dan warga Parung, tempat hiburan malam (THM) di Hotel P'arunk Transit, Jalan Raya Parung, Desa Jabon Mekar, Kecamatan Parung-Kabupaten Bogor dipastikan bakal ditutup oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pada Rabu (11/7) lusa. Setelah penutupan THM P'arunk Transit yang setiap malamnya menghasilkan uang ratusan juta Rupiah dari pengunjung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor juga menargetkan penutupan THM di M One Hotel, Jalan Raya Bogor-Jakarta, Cimandala-Sukaraja.

Dari pantauan LINGKAR JABAR, THM M One Hotel sama megahnya dengan yang ada di P'arunk Transit, hal ini dikarenakan kedua THM termegah di Bogor ini pemiliknya orang yang sama. Di M One Hotel, pengunjung yang tak lain adalah pria hidung belang akan disuguhi arena karaoke, diskotik, cafe dangdut dan biliard. Bedanya, THM P'arunk Transit tidak dilengkapi tempat spa dan massages seperti yang disediakan pengelola M One Hotel. Kesamaan lainnya, kedua THM ini menyediakan ratusan wanita penghibur berkedok sebagai pemandu lagu atau public relations hotel.

Kepada LINGKAR JABAR, kemarin, seorang sumber di Badan Perizinan Terpadu (BPT) Kabupaten Bogor, menyebutkan THM M One Hotel juga terbukti melanggar perizinan, yakni bagian bangunan untuk THM tidak sesuai dengan gambar bangunan yang diajukan pengelola hotel untuk persyaratan penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Selain itu, semua THM yang diklaim sebagai fasilitas hotel ternyata lebih dominan dikunjungi ketimbang hotelnya, sehingga pihak berwenang menilai ada manipulasi informasi dan data yang dilakukan pihak manajemen hotel.

"Masalah pelanggaran THM di M One Hotel juga sedang dibahas oleh tim terpadu yang terdiri dari Dinas Tata Bangunan, Dinas Pariwisata, Dinas Tata Ruang, BPT dan Satpol PP. Informasi terakhir, memang ditemukan pelanggaran atas perizinan yang diberikan Pemkab Bogor. Selain itu, ada juga laporan dari elemen masyarakat serta Komisi A DPRD yang menemukan adanya pelanggaran susila serta penjualan minuman keras di THM M One Hotel. Kemungkinan sebelum puasa, ada keputusan untuk penghentian kegiatan THM M One hotel," tutur sumber yang seorang pejabat BPT tersebut.

Terkait hal itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wasto Sumarno mengaku sangat mendukung keputusan dan tindakan tegas Pemkab Bogor terhadap kedua THM tersebut. Pasalnya, selama ini masyarakat sudah merasa sangat resah atas keberadaan kedua THM yang konon dibekingi oleh banyak oknum tersebut. "Sejak masih duduk di Komisi A DPRD, saya dan bu Ade Munawaroh (Ketua Komisi A, Red) sudah menyatakan sikap perang terhadap THM yang kerap menjadi ajang maksiat tersebut. Dewan akan mengawal proses penutupan THM bermasalah itu," tegas Wasto.

Sementara itu, terkait dengan THM Hotel P'arunk Transit, Kepala Satpol PP Kab.Bogor Dace Supriadi menegaskan, pihaknya akan menutup THM yang dikelola pengusaha yang mengaku anak dari pensiunan Brigadir Jendral TNI-AD tersebut. Hal ini dilakukan karena Kabupaten Bogor tidak memiliki peraturan daerah yang mengatur soal tempat hiburan.
"Rabu besok 11 Juli 2012, kami akan menyegel tempat hiburan di P'arunk Transit," kata Dace Supriadi di hadapan ratusan warga dan ulama yang berunjuk rasa di depan hotel mewah tersebut, Sabtu (7/7).

Menurut Dace, THM P'arunk Transit sendiri tidak hanya terdiri dari wahana karaoke dan berdansa. Tapi juga terdapat hotel dan restoran. Untuk restoran dan tempat penginapan, menurut Dace itu tidak ada masalah. "Hotel dan restorannya telah mempunyai IMB. Jadi, tidak akan disegel," imbuhnya seraya menambahkan bahwa pihaknya juga sudah melayangkan tiga kali surat peringatan kepada Parung Transit.

Dalam aksi demo tersebut, massa menuntut agar THM tersebut ditutup. Warga menilai aktivitas tempat hiburan di kawasan ini sudah meresahkan. Warga setempat pun memasang sejumlah spanduk dan poster yang menuntut agar lokasi ini ditutup karena diduga menjadi lokasi prostitusi terselubung. Salah seorang tokoh masyarakat Parung, Ayip Rasidi mengatakan, ada sembilan alasan menutup hotel tersebut, yakni Pemkab Bogor hanya memberikan IMB, bukan izin hiburan malam. Selain itu, hotel itu pernah diketahui menjadi lokasi pembuatan video porno. Pelakunya, kata dia, digrebek personel Polres Bogor pada 11 Maret 2012.

Mad Husin dari Gerakan Masyarakat Parung (Gempar) mengatakan, hotel tersebut telah terbukti terjadi berbagai kasus narkoba, kasus pornografi yang merusak masyarakat. "Telah beberapa kali kejadian di hotel tersebut seperti pembuatan video porno di hotel tersebut," katanya sambil mengatakan kegiatan hiburan yang ada di hotel tersebut jelas mengganggu dan merusak masyarakat sekitarnya.

Pernyataan senada disampaikan Kyai Mad Rodja pimpinan Pondok Pesantren Darul Muttaqien yang lokasinya hanya berjarak beberapa puluh meter dari hotel tersebut. Menurut dia, di balik bangunan hotel yang mewah terdapat berbagai kegiatan hiburan yang merusak masyarakat. Dan terbukti telah terjadi berbagai kasus. BSR
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger