' Sertifikat PIRT dan Label Halal Pengaruhi Pangsa Pasar - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » , » Sertifikat PIRT dan Label Halal Pengaruhi Pangsa Pasar

Sertifikat PIRT dan Label Halal Pengaruhi Pangsa Pasar

Written By dodi on Friday, July 20, 2012 | 4:16 PM

KAB.BANDUNG.LJ.- Berbagai macam usaha makanan kecil semakin menjamur saat ini. Usaha yang kebanyakan merupakan produksi rumahan mau tidak mau harus mampu bersaing untuk meraih pasarnya sendiri. Agar produk rumahan bisa sejajar pemasarannya dengan produk hasil pabrik, maka perlu strategi pasar yang cukup jitu. Selain  sertifikasi produksi industri rumah tangga (PIRT) dan Label halal sangat mempengaruhi pangsa pasar.

“Industri rumah tangga makanan dan minuman olahan yang sudah mengantongi sertifikasi produksi industri rumah tangga (PIRT) dan berlabel halal, sejauh ini baru 220 industri. Sementara jumlah industri kecil menengah (UKM) yang sudah terdata pada Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kab. Bandung, berjumlah 7.218 industri dan 60 persen (4.330) bergerak di sektor makanan,” kata Kepala Bidang Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah, Diskoperindag Kab. Bandung, Pujo Semedi, kepada wartawan di Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, kemarin.  

Menurutnya, banyaknya industri makanan olahan yang belum bersertifikat PIRT dan berlabel halal, tidak lepas dari lemahnya pengetahuan pengusaha home industry. Padahal sertifikat PIRT dan label halal sangat berpengaruh besar terhadap pangsa pasar, juga sebagai bentuk jaminan bahwa makanan dan minuman tersebut layak dikonsumsi.

Industri rumah tangga makanan dan minuman olahan, lanjut Pujo, yang belum bersertifikat PIRT dan label halal kebanyakan jajanan ringan, seperti cireng, gehu maupun bakso keliling. Mengenai, makanan dan minuman olahan yang mendapat sertifikat PIRT harus memenuhi syarat kualitas produksi serta ditunjang oleh kemasan yang bagus. Setelah mendapat sertifikat PIRT, kemudian direkomendasikan ke MUI Provinsi Jawa Barat untuk mendapat label halal.

"Untuk mendapat sertifikat PIRT, Diskoperindag bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Apabila makanan olahan itu dari sisi pembuatannya dinilai kurang bersih atau bahan bakunya mengandung zat berbahaya, tentu sertifikasi PIRT tidak akan dikeluarkan," terangnya.

Menurutnya, para pelaku usaha kecil ini,  kesulitan menyiapkan anggaran untuk pembuatan sertifikat PIRT dan label halal. Untuk membantu industri kecil tersebut, Pemkab Bandung mengalokasikan anggaran untuk membantu biaya pembuatannya. (FEN)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger