' Selama Ramadhan Usaha THM Dilarang Buka - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Selama Ramadhan Usaha THM Dilarang Buka

Selama Ramadhan Usaha THM Dilarang Buka

Written By dodi on Friday, July 20, 2012 | 4:00 PM

KAB.PURWAKARTA (LJ) - Para pengusaha tempat hiburan malam (THM) diskotik, PUB, karaoke, dan sangar tari di wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, selama bulan suci ramadhan dilarang membuka kegiatan dalam usahanya. Hal itu, untuk menciptakan suasana yang aman, tertib dan khidmat, selama menjalankan ibadah ramadhan 1433 Hijriyah.

“THM di Purwakarta, tidak boleh beroperasi selama bulan ramadhan, agar tercipta suasana yang aman, tertib dan khidmat dalam menjalankan ibadah puasa,” terang, Alfi Gumilar, Kabag Kesra, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, kepada LINGKAR JABAR, Kamis (19/7) di ruang kerjanya.

Alfi menjelaskan, untuk lebih mempertegas larangan tersebut, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, sejak 2 juli 2012 lalu, telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 451.13/1545/Kesra/2012 yang bertujuan agar kaum muslim dan muslimat dalam melaksanakan ibadah puasa selama bulan ramadhan, dengan penuh khidmat dan khusyu.

"Bagi yang berhalangan puasa, untuk tidak melakukan makan, minum dan merokok secara terbuka. Untuk itu, Bupati berpesan, masyarakat non muslim agar secara bersama-sama memelihara dan menciptakan suasana yang penuh toleransi dan tetap saling hormat menghormati dengan yang lainnya," tuturnya.

Dan para pengusaha rumah makan/restoran dan pedagang kaki lima, lanjut dia, yang berjualan makanan dan minuman agar tidak berjualan pada siang hari, selama ramadhan. "Kecuali pukul 17.00 WIB, pada sore hari menjelang buka puasa. Dan bagi para pedagang majalah atau koran, VCD/DVD, juga dilarang menjual barang-barang tersebut yang berbau pornografi," pintanya.

Sedangkan untuk kaum muslimat, kata Alfi, Bupati berpesan agar senantiasa berbusana muslimah. Selain itu, siapapun dilarang memperjual belikan dan menyalakan petasan atau mercon dan sejenisnya yang dapat mengganggu kehidmatan pelaksanaan ibadah ramadhan. "Sebab apapun jenisnya itu, harus mentaati dan mengikuti aturan yang sudah ditentukan," ucapnya.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tambah dia, siapapun baik atas nama individu atau kelompok organisasi sosial masyarakat maupun organisasi sosial politik agar tidak melakukan tindakan sendiri-sendiri apabila menemukan hal-hal yang dianggap dapat mengurangi atau mengganggu, agar melaporkannya kepada pihak yang berwajib. YAS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger