' Sektor Tersier Dominasi Potensi Investasi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Sektor Tersier Dominasi Potensi Investasi

Sektor Tersier Dominasi Potensi Investasi

Written By dodi on Wednesday, July 4, 2012 | 8:00 AM

KABUPATEN BANDUNG, selama tahun 2011, untuk dunia investasi didominasi potensi sektor tersier. Dihitung ada 1.703 proyek dengan nilai Rp 1.547.434.565.935, dalam investasi usaha ini. Sektor-sektor tersebut meliputi perdagangan, hotel, perumahan, kawasan industri dan perkantoran serta jasa lainnya.

Sementara sektor sekunder menempati urutan kedua senilai Rp. 489.464.037.000,- dengan jumlah proyek sebanyak 415 buah. Pada sektor ini, investasi dibidang industri tekstil cukup dominan dengan nilai Rp. 430.191.687.000,-. Adapun investasi yang tercatat pada sektor sekunder di Kabupaten Bandung tahun 2011, di antaranya industri makanan, mineral, logam, elektronik, listrik, instrument kedokteran, optik serta industri lainnya.

Catatan yang diperoleh dari Badan Penanaman Modal dan Perijinan (BPMP) Kabupaten Bandung menunjukan, investasi pada sektor primer seperti tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan dan pertambangan, hanya mampu menempati peringkat ketiga sebanyak 40 proyek dengan nilai Rp 14 milyar.

"Nilai keseluruhan investasi pada sektor sekunder, tersier dan primer tahun 2011 berdasarkan surat izin usaha perdagangan atau SIUP sebesar Rp 2.050.898.602.935,- atau dua trilyun rupiah lebih. Sedangkan jika berdasarkan LKPM atau laporan kegiatan penanaman modal, SIUP, IUI dan IUT senilai Rp 3.140.895.983.042 atau Rp 3 miliar lebih," kata Kepala BPMP Kabupaten Bandung Drs H Rully Hadiana MSi, kepada sejumlah wartawan, di Soreang, Kabupaten Bandung.

Menurutnya, para investor mayoritas menanamkan modalnya di bidang industri tekstil. Salah satunya dipicu oleh tersedianya zona kawasan industri di Kabupaten Bandung. Mulai zona industri Katapang, Dayeuhkolot, Rancaekek, Majalaya dan Margaasih.

“Kemudahan akses jalan dari Kabupaten Bandung ke luar daerah mungkin menjadi pertimbangan lain bagi para investor. Kabupaten Bandung yang memiliki luas wilayah 176.239 hekatare, hingga kini masih menyimpan potensi sumber daya alam bidang pertanian,” ungkapnya.

H Rully Hadiana mengajak, kepada para investor untuk menanamkan modalnya di bidang tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan dan pertambangan. Soalnya potensi pada sektor primer ini sudah sangat melimpah. Di samping telah tersedianya tenaga kerja lokal yang sudah berpengalaman.

“Salah satu kebijakan strategis pembangun adalah peningkatan investasi, penyederhanaan proses dan prosedur perizinan, pelayanan pajak dan retribusi daerah. Penanaman modal menempati peran penting dan strategis untuk memacu laju pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah. Termasuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Sehingga diperlukan langkah perencanaan pembangunan, khususnya di bidang penanaman modal melalui pelayanan yang kompetitif agar calon investor merasa lancar dan nyaman,” katanya.

Sementara itu Pelaksana Tugas Harian BPMP Kabupaten Bandung, Ana Sumarna, mengatakan, Kabupaten Bandung, memiliki sumber daya alam yang membanggakan sebagai daerah berpotensi. Potensi itu seperti sumber daya air, pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, perkebunan, industri dan perdagangan, dan wisata (sejarah, pendidikan, alam, pedesaan, hutan dan air)  yang cukup memesona.

“Potensi itu harus dikelola secara optimal agar memberikan manfaat dan penghidupan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung, tanpa mengesampingkan prinsip keberlanjutan dan keseimbangan pembangunan daerah,” pungkasnya.FEN



Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger