' Saatnya Indonesia Membuat Program Rakyat Melek Keuangan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Saatnya Indonesia Membuat Program Rakyat Melek Keuangan

Saatnya Indonesia Membuat Program Rakyat Melek Keuangan

Written By dodi on Friday, July 6, 2012 | 3:36 PM

BOGOR - Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman Darmansyah Hadad mengemukakan, bahwa saat ini sejumlah negara Afrika yang dikunjunginya sudah membuat program agar rakyatnya melek dalam dunia keuangan. Sudan, Kenya, dan Nigeria, Muliaman memberi contoh negara-negara yang sudah melakukannya, dan terbukti berhasil.

"Beberapa negara di Afrika sekarang, bukan lagi program memberantas buta huruf tapi buta finansial. Ternyata ke depan, kita bukan hanya bebas dari buta huruf, tapi juga harus membuka mayarakat untuk memahami apa itu industri keuangan, mulai dari lembaga, jasa, dan produknya," kata Muliaman dalam keterangan persnya kepada wartawan, baru-baru ini.

Menurutnya, berdasarkan suatu penelitian semakin baik hubungan seseorang dengan lembaga keuangan, maka akan memungkinkan hidup seseorang semakin sejahtera. Ia mencontohkan, umumnya pedagang di sektor informal jarang sekali menyimpan uangnya di bank. Sekalipun disimpan di bank, keesokan harinya ditarik kembali guna memenuhi kebutuhan pokoknya. Padahal, jelas Muliaman, fungsi perbankan bukan hanya itu saja.

Muliaman, yang juga Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, mengatakan guna menumbuhkan iklim pengetahuan masyarakat terhadap dunia keuangan, beberapa hari lalu dikeluarkan surat keputusan bersama yang ditandatangani Gubernur BI dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Inti surat tersebut, pengetahuan keuangan, yakni perbankan, asuransi, pasar modal dan sebagainya masuk ke dalam kurikulum pendidikan sekolah. Mulai dari tingkat SMP, SMA, madrasah, pesantren, hingga perguruan tinggi. "Nanti BI akan kita tunjuk duta-duta menabung. Kita pikirkan juga mekanismenya seperti apa. Sehingga nantinya duta-duta ini bisa menjelaskan kepada masyarakat bukan hanya menabung, tapi juga ilmu keuangan lainnya," imbuhnya.

Muliaman mengungkapkan, data saat ini menunjukkan 40 persen dari 250 juta penduduk Indonesia belum mempunyai hubungan dengan lembaga keuangan, seperti bank, asuransi, pasar modal, dan sebagainya. Bahkan, jumlah tabungan Indonesia paling kecil di bandingkan dengan negara lainnya di ASEAN, seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger