' Ruang Terbuka Hijau di Cianjur Masih Minim - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Ruang Terbuka Hijau di Cianjur Masih Minim

Ruang Terbuka Hijau di Cianjur Masih Minim

Written By dodi on Monday, July 9, 2012 | 8:00 AM

CIANJUR (LJ)- Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh mengakui jika ruang terbuka hijau (RTH) di Cianjur masih sangat minim, dan baru mencapai 5%. Padahal, sesuai aturan tata ruang, mengharuskan minimal RTH sebesar 20%.
    "Saat ini perkembangan kota sudah berubah. Makanya saat ini penataan lebih difokuskan di wilayah perkotaan," kata Tjetjep seusai menghadiri acara penanaman pohon sebagai rangkaian Hari Jadi Cianjur (HJC) ke-335 di eks Terminal Muka, kemarin.
    Menurut Tjetjep, minimnya lahan yang merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, ke depan akan difokuskan memaksimalkan lahan-lahan telantar yang disulap menjadi hutan kota atau RTH. Tjetjep pun mengaku, lebih baik memanfaatkan lahan-lahan yang ada ketimbang membebaskan lahan-lahana baru.
    “Misalnya saja lahan eks Terminal Muka ini. Tadinya lahan ini merupakan ruislag dengan Terminal Rawa Bango. Tapi karena tidak jadi digunakan untuk pusat pertokoan, makanya kami manfaatkan untuk hutan kota,”kata dia.
    Hasil studi banding ke Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu, tukas Tjetjep, dijadikan dasar untuk membuat RTH di Kabupaten Cianjur bisa mencapai minimalnya 20%. Beberapa hal positif dari studi banding itu akan digunakan untuk menjadikan Kabupaten Cianjur lebih hijau.
    “Di Surabaya itu, dengan kepadatan penduduk maupun bangunannya, RTH-nya sudah mencapai 30% dari semula 10%. Di Surabaya, banyak SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) yang dibebaskan menjadi RTH. Tidak menutup kemungkinan Kabupaten Cianjur bisa seperti itu,” tuturnya.
    Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Kabupaten Cianjur Moch Ginanjar mengatakan, kegiatan penanaman pohon di lahan eks Terminal Muka ini sesuai arahan akan dijadikan sebagai hutan kota guna memenuhi target RTH minimal 20%. Untuk mengejar target tersebut, perlu ruang-ruang publik yang dimanfaatkan menjadi hutan kota atau RTH. “Ini juga merupakan bagian dari penanganan global warming. Saat ini kita sedang merencanakan perluasan sebanyak 50 hektare hutan kota,” kata Ginanjar.
    Ginanjar menyebutkan, luas wilayah Kabupaten Cianjur saat ini seluas 361.450 hektare. Berdasarkan arahan, Kabupaten Cianjur harus menghijaukan sekitar 60% dari luasan wilayah ini. “Saat ini kita baru punya dua hutan kota, yakni di lahan dekat Universitas Suryakancana dan Babakan Karet,”tandasnya. (RUS)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger