' Rp 4 Miliar Mengalir ke Anggota DPR - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Rp 4 Miliar Mengalir ke Anggota DPR

Rp 4 Miliar Mengalir ke Anggota DPR

Written By dodi on Tuesday, July 3, 2012 | 2:23 PM

BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan nilai suap yang diduga diterima dua tersangka kasus korupsi pengadaan Al Quran--yakni anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Zulkarnaen Djabar beserta anaknya, Dendy Prasetya, mencapai Rp 4 miliar lebih. Pemberian uang tersebut diduga berkaitan dengan perbuatan mengarahkan nilai anggaran tiga proyek di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, yakni pengadaan Al Quran 2010-2011, pengadaan Al Quran 2012 dan proyek pengadaan laboratorium komputer di madrasah tsanawiyah 2011.

"Ini nilai penerimaan tersebut, diduga jadi di atas Rp 4 miliar, tapi ini bukan barang bukti ya, ini diduga dia telah terima sekian," kata Johan dalam keterangan persnya, Senin (2/7). Menurut Johan, untuk proyek pengadaan laboratorium tersebut dianggarkan uang Rp 31 miliar kemudian untuk pengadaan Al Quran pada 2011 nilai anggarannya, Rp 20 miliar. Johan menambahkan, KPK masih menelusuri pihak yang diduga memberi suap ke Zulkarnaen dan anaknya itu. Dugaan sementara, pemberi suap merupakan pihak swasta atau perusahaan.

KPK, lanjutnya, masih mengembangkan kasus ini dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Saat ditanya kemungkinan adanya keterlibatan anggota Dewan yang lain, Johan mengatakan pihaknya belum mengarah ke sana. KPK menetapkan Zulkarnaen dan Dendy sebagai tersangka atas dugaan menerima suap terkait tiga proyek di Kemenag. Keduanya dijerat dengan Pasal 5 Ayat 2, Pasal 12 huruf a atau b, dan Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, Zulkarnaen dalam jumpa pers di kompleks DPR RI, Jakarta, tidak mengakui namun juga tidak membantah tuduhan KPK atas dirinya. Politikus Partai Golkar itu menegaskan kalau kasus yang menjeratnya tersebut tidak berhubungan dengan partai. "Ini adalah tanggungjawab saya. Saya akan hadapi sesuai dengan prinsip saya, apabila menduduki posisi tertentu maka siap menghadapi segala risiko," kata Zulkarnaen seraya menegaskan tak bersedia mundur atau nonaktif dari parlemen. Dia mengatakan tetap akan bekerja di Komisi VIII dan Badan Anggaran.

Dalam kesempatan itu, Zulkarnaen Djabar meminta maaf kepada seluruh keluarga besar, kerabat, para kader, hingga pimpinan Partai Golkar dan organisasi massa tempat dia bergabung terkait terjeratnya dalam kasus dugaan korupsi di Kementerian Agama. "Mungkin kaget, shock dengan peristiwa ini. Terimalah maaf dari saya karena saya juga kaget. Sebagai manusia biasa, saya tidak lepas dari kelemahan, kekurangan," katanya.

Zulkarnaen menganggap apa yang dia alami adalah musibah yang harus diterima. "Musibah ini adalah warning dari Yang Kuasa. Saya mungkin terlalu happy memikirkan persoalan dunia. Saya ambil hikmah dari persoalan ini. Saya perlu mempertinggi komunikasi vertikal saya. Dari sisi ini ada hikmah yang diambil," katanya. Ketika ditanya apakah semua pernyataan itu bentuk pengakuan keterlibatannya dalam perkara yang dituduhkan, Zulkarnaen tak menjawab tegas. Pria yang didampingi dua anggota keluarganya itu hanya menjawab, "Permintaan maaf saya adalah manusiawi. Tidak ada manusia super. Sebagai manusia biasa, tentunya tidak luput dari kekurangan."

Zulkarnaen menambahkan, dirinya hanya akan menjawab materi perkara ketika diperiksa KPK nantinya lantaran perkara itu bukan untuk menjadi perdebatan publik. Hingga saat ini, dia belum diperiksa KPK. Dia pun juga mengucapkan terima kasih atas segala kritikan, bahkan hujatan dari berbagai pihak lantaran tuduhan kepada dirinya menyangkut korupsi kitab suci. "Itu kebebasan bersuara,"

Secara terpisah, politisi Partai Golkar Nurul Arifin meminta Zulkarnaen Djabar menonaktifkan diri dari keanggotaannya di DPR. Langkah itu dinilai agar yang bersangkutan fokus menghadapi kasus dugaan korupsi yang menjeratnya. "Demi tanggung jawab moral, ada baiknya jika kasus ini dihadapi dulu, dan yang bersangkutan (Zulkarnaen) nonaktif sementara dari parlemen," kata Nurul seraya menambahkan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie telah memerintahkan DPP membentuk tim untuk menelusuri sejauh mana perkara yang melibatkan Wakil Ketua Bendahara Umum di DPP Partai Golkar itu. COK
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger