' Ratusan Massa Demo Transparansi Perijinan Galian - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Ratusan Massa Demo Transparansi Perijinan Galian

Ratusan Massa Demo Transparansi Perijinan Galian

Written By dodi on Monday, July 2, 2012 | 8:00 AM

KAB.CIREBON (LJ) –Seratusan warga dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Masyarakat Untuk Kesejahteraan Rakyat Panguragan ( AMMUK RAKYAT PANGURAGAN ) melakukan aksi unjuk rasa di tiga titik yang berbeda, aksi unjuk rasa yang pertama di depan kantor Kecamatan Panguragan  di jalan Nyi mas Gandasari Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon, di depan proyek pengeboran Migas  di Desa Panguragan Kulon , dan di Jembatan darurat Kalianyar di Desa Kalianyar Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon, kemarin.
    Aliansi massa ini, terdiri dari Komunitas Masyarakat Peduli Rongsok ( KOMPI Rongsok ), Ikatan Mahasiswa Alumni Pelajar Panguragan ( IMAPPA ), Ikatan Pemuda Kalianyar ( IPK ), dan Mahasiswa UNTAG Cirebon ( MUC ), menuntut transparasi perizinan dan dampak lingkunganya. Mereka juga meminta segera merealisasikan kompensasi masyarakat, PEMCAM, dan PEMDES
    Sutris salahsatu tokoh masyarakat kepada LINGKAR JABAR mengatakan, masyarakat merasa di bodohi, taunya di bikin jembatan saja dan tidak lebih tapi tidak jelas maksud dan tujuannya.
    Sebelumnya seorang pengusaha Dedi saat dihubungi mengatakan, bahwa proyek yang sedang dikerjakannya sudah mengantongi izin dari Bupati. Tetapi kenyataannya berbeda, ternyata ijinnya masih dalam kajian di BLHD, artinya izin tersebut belum di keluarkan tapi proyek sudah berjalan.Selain itu, masyarakat sekitar tidak pernah disosialisasikan tentang adanya proyek tersebut,”ungkapnya.
    Warga sekitar juga merasa resah karena suara bising dari lalulalang kendaraan proyek tersebut, apalagi pada waktu malam tengah malam. Suara gaduh hilir mudik kendaraan berat, telah membuat warga tidak bisa tidur lelap, parahnya lagi, kendaraan berat tersebut sering membuang ceceran tanah yang mengotori jalan raya sehingga pada siang hari menimbulkan debu.
    Lokasi yang kini menjadi tempat pengeboran, berdasarkan PERDA RTRW NO. 17 Tahun 2011 Pasal 40, Kecamatan Panguragan adalah  kawasan pertanian pangan. Walaupun pada dasarnya ada jaminan dari perusahaan bahwa perusahaan akan bertanggung jawab penuh terhadap kemungkinan-kemungkinan yang berdampak kepada ekosistem setempat, tetap saja masyarakat khawatir terhadap dampaknya.HEN/C12
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger