' Ratusan Guru Honorer Tak Terima Tunjangan Sertipikasi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Ratusan Guru Honorer Tak Terima Tunjangan Sertipikasi

Ratusan Guru Honorer Tak Terima Tunjangan Sertipikasi

Written By dodi on Friday, July 6, 2012 | 3:48 PM

KAB. SUBANG (LJ) - Ratusan tenaga guru honorer sekolah negeri di Kabupaten Subang yang mendapatkan tunjangan sertifikasi
hingga kini belum menerima tunjangan tersebut. Padahal, tunjangan sebesar Rp 1,5 juta per bulan dari APBN itu, seharusnya dicairkan setiap enam bulan sekali.

Salah seorang guru honorer di SDN Sindangpalay, Kecamatan Cijambe, Nanang, yang mewakili ratusan Guru lainnya, mengaku belum
menerima tunjangan sertifikasi hingga akhir semester tahun ini. Padahal, menurut dia, tunjangan tersebut seharusnya dapat diterima Juni lalu.

“Tahun-tahun sebelumnya biasanya tunjangan itu dibayarkan setiap akhir semester. Terakhir, saya menerimanaya pada Desember
2011,” katanya di Cijambe, Kamis (5/7).

Nanang yang sudah bekerja sebagai guru honor sejak 2002 itu mengaku  sudah mendapatkan tunjangan sertifikasi sejak
2010. Selain tunjangan sertifikasi, dia tidak mendapatkan tunjangan lainnya. Hingga akhir 2011, Nanang mengaku selalu
mendapatkan tunjangan sertifikasi setiap enam bulan sekali tanpa ada hambatan.

Namun, tahun ini dia mengaku tidak mengetahui penyebab keterlambatan pencairan tunjangan sertifikasi untuk semester pertama tahun ini. “Kami berharap agar tunjangan itu dapat segera dicairkan. Sebab, kami betul-betul sangat membutuhkannya dan ingin ada kepastian kapan tunjangan itu bisa dicairkan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kasubbag Program Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Maman Rohman mengakui bahwa ada keterlambatan
pencairan tunjangan sertifikasi. Hal itu disebabkan adanya perubahan ketentuan syarat pencairan tunjangan tersebut yang mulai tahun ini bagi para guru honorer yang menerima tunjangan sertifikasi harus  Surat pengukuhannya diangkat oleh Bupati.

“Sebelumnya guru honor diangkat berdasarkan SK kepala sekolah. Namun, sekarang aturannya harus berdasarkan SK bupati. Nah, kami sedang mendata semua guru honorer agar bisa mendapatkan SK bupati agar bisa mencairkan tunjangan sertifikasi,” katanya.

Maman menuturkan, proses pengumpulan dan verifikasi data guru honorer sudah mencapai 80 persen dari sekitar 330 lebih guru
honorer yang mendapatkan tunjangan sertifikasi. Targetnya, pendataan tersebut selesai  dalam satu atau dua bulan ke depan untuk kemudian mendapatkan SK Bupati. Sejumlah guru honorer yang mendapatkan tunjangan sertifikasi nantinya
akan mendapatkan tunjangan tersebut setiap tiga bulan sekali dikarenakan ada perubahan peraturan sampai saat ini sedang di urus ,uang sudah ada namun perlu diselesaikan dahulu persaratannya.

“Ketentuan ini hanya berlaku untuk guru honorer yang mengajar di  negeri baik sekolah SD sampai SMU.SMK. Sementara untuk guru swasta Surat pengangkatannya masih sama dengan sebelumnya yaitu dari Ketua yayasan. Oleh karena itu, pembayaran
tunjangan sertifikasi untuk guru swasta tidak ada masalah,” ujarnya.ADE
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger