' Rancu, Konsep Akademi Komunitas Mulai Dipertanyakan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Rancu, Konsep Akademi Komunitas Mulai Dipertanyakan

Rancu, Konsep Akademi Komunitas Mulai Dipertanyakan

Written By dodi on Friday, July 20, 2012 | 1:50 PM

DEPOK - Guru Besar Emeritus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) HAR Tilaar mempertanyakan konsep akademi komunitas yang diklaim pemerintah sebagai pengembangan dari jalur pendidikan vokasi. Apalagi dengan istilah ”akademi” yang justru membuat rancu dengan institusi pendidikan yang sudah ada. Konsep akademi komunitas, menurutnya, justru aneh karena tidak ada dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Tilaar pun menilai akademi komunitas hanya menjiplak sistem community college di Amerika Serikat. ”Pendirian community college di AS itu atas dasar lanjutan wajib belajar 12 tahun yang dianggap sudah tercapai. Namun, alasan Pemerintah Indonesia karena kelemahan perguruan tinggi yang tidak dapat memenuhi kebutuhan keterampilan masyarakat,” kata Tilaar yang juga ahli manajemen pendidikan, dalam keterangan persnya, baru-baru ini.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Education Reform di Universitas Paramadina, Jakarta, Mohammad Abduhzen mengatakan, akan lebih baik apabila istilah akademi komunitas diganti menjadi kursus yang diformalkan atau balai latihan kerja seperti yang sudah ada selama ini. ”Bisa juga memodifikasi politeknik yang sudah ada. Tidak perlu membuat institusi pendidikan baru,” ujarnya.

Bila pada akhirnya akademi komunitas itu hanya mengajarkan satu keterampilan yang spesifik dibutuhkan masyarakat di suatu wilayah, sebaiknya dibuat saja pelatihan setingkat D-1/D-2. Selain itu, istilah akademi yang digunakan itu tidak tepat karena akademi mengandung nilai-nilai ilmiah keilmuan dan bukan sekadar keterampilan.

Terkait hal itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Djoko Santoso menjelaskan, tujuan pendirian akademi komunitas adalah untuk menyatukan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dengan masyarakat di sekitarnya. Harapannya, tidak akan ada kesenjangan di antara keduanya. Pendirian akademi komunitas di suatu wilayah dilakukan sesuai dengan kebutuhan wilayah itu. HRS

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger