' Puluhan Ribu Hektar Pertanian Perlu Perbaikan Irigasi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Puluhan Ribu Hektar Pertanian Perlu Perbaikan Irigasi

Puluhan Ribu Hektar Pertanian Perlu Perbaikan Irigasi

Written By dodi on Tuesday, July 3, 2012 | 3:41 PM

KAB. SUBANG (LJ) - Terjadinya penyusutan hasil panen petani sepanjang musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Subang menilai perlu melakukan beberapa langkah perbaikan. Mulai perbaikan irigasi, pembuatan embung air, dan sosialisasi subtitusi penanaman lahan pertanian.

"Sebagai satu wilayah lumbung padi nasional, tentunya kami harus melakukan antisipasi ancaman kekeringan. Karena bila ini tetap dibiarkan, kami akan kewalahan mencapai beban target panen yang ditentukan," ucap Kepala Dinas Pertanian Subang, Djadja Rohada Madja, kepada wartawan, Senin (2/7).  
  
Menurut Jaja, pada 2012 ini, Subang mempunyai target panen padi  yang mencapai 1,1 juta ton. Namun dalam musim kemarau seperti ini pihaknya meragukan target panen bisa terselesaikan. "Kalau kekeringan mencapai dua mingu lebih, tentunya mengancam padi mati, dan panen fuso. Akibatnya, penurunan hasil panen sekitar 20 persen," ujarnya.

Terkait dengan perbaikan irigasi, pihaknya mengatakan Dari 84.929 hektar luas areal pertanian di Kabupaten Subang, 40 persen areal persawahan atau sekitar 33.9716 hektar, masih memerlukan perbaikan irigasi.

"Meskipun dengan anggaran yang ada kami tidak akan mampu menyelesaikannya, namun di titik prioritas seperti kawasan pantura akan segera kami benahi," ujar Jaja.

Lebih lanjut soal upaya pembuatan embung air, Kepala Bidang Sumber Daya, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Subang, Hendrawan menyatakan, pembuatan embung air sangat dibutuhkan petani saat musim kemarau tiba. Ia menyatakan jika hal tersebut bisa menjadi alternatif, yaitu saat proses gilir giring masih menjadi hambatan petani.

"Untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah di Subang pembuatan embung air diperlukan di beberapa kecamatan seperti, Kecamatan Pabuaran, Kecamatan Cipeundeuy, Kecamatan Purwadadi, Kecamatan  Kalijati, dan Cikaum," ucap Hendrawan.

Hendrawan menambahkan terkait dengan pembuatan embung air itu, biaya yang perlu dikeluarkan pemerintah mencapai Rp.1 juta per hektar. Perbaikan itu, tentu saja menjadi tahapan selanjutnya setelah dilakukannya perbaikan irigasi. Karena fungsi irigasi tentunya bisa melebihi kapasitas pengairan sawah dari embung air.

"Biaya pembuatan embung dan perbaikan irigasi bila dikalkulasikan, yakni Rp 1juta perhektar. Namun bila dilihat dari sisi fungsi, jauh lebih produktif irigasi. Karena wilayah cakupan pengairan lebih luas," ujarnya.

Terakhir, mengenai sistem subtitusi tanaman di lahan pertanian, jelasnya bisa membantu mengatasi permasalahan pengairan saat ini. Menurut Hendrawan hal tersebut selain tidak menghambat produktifitas petani juga membantu tingkat kesuburan tanah pertanian setelah musim kemarau.

Hal senada pun disampaikan Lurah Desa Dawuan Kidul, Carla Wijaya. Menurutnya, saat musim kemarau seperti ini alternatif petani untuk menjaga kesuburun tanah perlu dilakukan. Hal itu diperlukan agar petani tidak terpaku dengan permasalahan
cuaca. "Itu bisa menjadi solusi saat ketersediaan pengairan terbatas," ujarnya. ADE
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger