' Program “EMAS” Turunkan Angka Kematian Ibu Melahirkan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Program “EMAS” Turunkan Angka Kematian Ibu Melahirkan

Program “EMAS” Turunkan Angka Kematian Ibu Melahirkan

Written By dodi on Friday, July 6, 2012 | 3:38 PM

KAB.BANDUNG.(LJ)- Dinas Kesehatan kabupaten Bandung telah melaksanakan program EMAS (Expanding Maternal and Neonatal Survival),dengan tujuan menekan angka kematian ibu melahirkan. Program ini dilakukan,karena Kabupaten Bandung saat ini belum mencapai target Millenium Development Goals (MDGs) dalam menekan angka kematian ibu melahirkan.
    Berdasarkan Survei Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bandung tahun 2011, angka kematian ibu Kab. Bandung mencapai 34,06 per seribu kelahiran hidup, sedangkan target MDGs angka kematian ibu seharusnya dapat diturunkan hingga 23 per seribu kelahiran hidup.
    “Penyebab kematian ibu dan anak di Kab. Bandung ada beberapa faktor. Untuk penyebab utama kematian ibu pertama akibat pendarahan, keracunan kehamilan, infeksi, dan proses melahirkan yang memerlukan waktu yang lama. Sedangkan untuk kematian bayi, diakibatkan bayi berat lahir rendah, kehabisan oksigen, dan infeksi, “ kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung dr. Achmad Kustijadi, di Soreang, Kabupaten Bandung.
    Menurutnya, untuk mencapai target Millenium Development Goals (MDGs), salah satunya dengan mengikuti program EMAS (Expanding Maternal and Neonatal Survival) yang telah dicanangkan sebelumnya oleh Pemprov Jabar. Program EMAS bertujuan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru Lahir di Indonesia dengan bekerja sama antara Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) dan Kemenkes RI.
    “Program EMAS ini, akan memberikan bantuan teknis berupa pengembangan model dalam memperkuat sistem rujukan ibu dan bayi di 25 rumah sakit pemerintah dan swasta, rumah bersalin, dan 159 Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED). Penguatan sistem rujukan ini akan dilakukan dengan membangun jaringan ‘Vanguard’ (kerja sama) yang akan melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten, Rumah Sakit Daerah, RS Swasta, dan Puskesmas. RSUD Majalaya dan delapan Puskesmas di Kab. Bandung ditunjuk untuk melaksanakan program tersebut,” Katanya.
    Para petugas di RSUD dan Puskesmas tersebut, lanjut dr. Achmad  akan dilatih penanganan ibu melahirkan, salah satunya menerapkan sistem rujukan yang berjenjang kepada pasien. Sehingga kedepannya nanti tidak akan terjadi petugas/bidan dari Puskesmas langsung merujuk ke rumah sakit tipe A.
    Achmad mengharapkan kedepan penanganan kepada ibu melahirkan tidak ada lagi keterlambatan dalam merujuk dan mengambil keputusan. Selain itu memperkenalkan kepada para ibu agar memiliki anak tidak terlalu banyak, dekat, dan melahirkan muda. (Fen)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger