' Polisi Ciduk Penggelap 58 Mobil Rental di Bogor - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Polisi Ciduk Penggelap 58 Mobil Rental di Bogor

Polisi Ciduk Penggelap 58 Mobil Rental di Bogor

Written By dodi on Tuesday, July 3, 2012 | 1:55 PM

KAB.BOGOR - Kepolisian Sektor (Polsek) Babakan Madang, Kabupaten Bogor berhasil mengungkap kasus penggelapan mobil rental yang dilakukan oleh seorang ibu beranak dua dan dua orang anak buahnya. Tidak tanggung-tanggung, pelaku yang mengaku sebagai Direktur perusahaan pengadaan barang dalam setiap modusnya, telah menggelapkan 58 unit mobil yang diperkirakan menghasilkan uang miliaran rupiah.

"Kasus ini terungkap dari laporan salah satu warga yang menjadi korban penggelapan mobil rental," kata Kepala Polsek Babakan Madang, AKP Lugito kepada wartawan di Bogor, kemarin. AKP Lugito mengatakan dalam kasus tersebut pihaknya berhasil mengamankan 13 unit mobil hasil kejahatan penggelapan dan tiga orang pelaku. Pelaku bernama NM yang bertindak sebagai pemilik usaha rental mobil serta dua orang karyawannya Amirudin dan Atang.

Dalam modus operandinya, NM mengaku sebagai Direktur CV yang begerak dalam bidang penyewaan mobil. Ia menyewa mobil di sejumlah rental mobil. Lalu mobil yang disewanya, disewakan kembali olehnya ke pihak lain. Kemudian uang sewa dari mobil sewaan tersebut digunakan untuk mengembangkan usahanya dan membayarkan uang mobil yang ia sewa sebelumnya.

"Bahkan sejumlah mobil digadaikan oleh NM untuk menutupi biaya sewa mobil kepada penyewa yang sudah jatuh tempo. Kebetulan, salah satu pemilik penyewaan mobil merasa curiga kemudian melaporkan NM karena sejumlah mobilnya yang disewa tidak dikembalikan oleh pelaku," tandas Kapolsek yang didampingi Kepala Unit Reskrim Polsek
Ipda Sonson Sudarsono.

Ipda Sonson menambahkan, NM telah menjalani bisnis rental mobil selama dua tahun. "Selama menjalankan bisnisnya total ada 58 unit mobil yang sudah digelapkannya," katanya. Dari 58 unit mobil tersebut, lanjut Sonson, pihak baru dapat mengamankan 13 mobil, kebanyakan mobil jenis avanza. Seluruh mobil telah diamankan petugas saat ini dititipkan di Mapolsek Babakan Madang. "Baru 13 mobil yang berhasil kita amankan, sisanya masih dalam pengejaran," jelasnya.

Menurut dia, ada sekitar 11 warga di Babakanmadang yang mengaku tertipu setelah menerima gadai mobil dari NM.
Dari penelusuran petugas, mobil yang digadai itu ternyata milik sebuah rental mobil. Setelah pihaknya mendapat laporan dan melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut, akhirnya NM ditangkap saat sedang bertransaksi dengan seorang warga yang hendak menerima gadai mobil di sebuah warung tenda di kawasan Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor. "Tersangka dan barang bukti langsung kita amankan ke Polsek," kata Ipda Sonson.

Lebih lanjut ia mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan, mobil milik rental mobil yang digelapkan oleh NM cukup banyak. Bahkan, ada sebuah rental mobil di kawasan Bekasi mengaku kalau 39 unit mobilnya telah digelapkan oleh NM.
"Pelaku rata-rata menggadaikan mobil sewaan tersebut kepada perorangan. Selain digadaikan, ada beberapa unit mobil yang dijadikan jaminan hutang oleh pelaku ," ujarnya.

Ipda Sonson menambahkan, hingga kini pihaknya masih melakukan pengembangan dan menelusuri keberadaan mobil-mobil lainnya untuk diamankan sebagai barang bukti. "Kita juga berkoordinasi dengan polsek lain, karena laporannya tidak hanya di sini (Polsek Babakanmadang-red). Ada tiga pelaku lainnya yang sudah diamankan di polsek Sukaraja. Ketiga pelaku itu masih ada kaitannya dengan NM. Mereka anak buahnya, dan yang diamankan disini merupakan pelaku utama," kata Ipda Sonson.

Menurut pengakuan NM, mobil-mobil milik rental yang disewanya tersebut, digadaikan dengan harga berkisar antara Rp 20-35 juta untuk jangka waktu selama tiga bulan. Jika suatu saat ada mobil yang harus dikembalikan ke pemilik rental karena waktu penyewaan sudah habis, sementara mobil tersebut berada ditangan penerima gadai, maka NM menyewa mobil lain untuk ditukar dengan mobil yang berada ditangan penerima gadai.

NM beralasan dirinya melakukan hal tersebut karena terpaksa untuk menutupi utang sewa pada pemilik penyewaan mobil. "Yang terima gadai kan tidak mau tahu, kalau belum ada uang, ya mobilnya nggak boleh diambil. Makanya saya sewa mobil lain, terus dituker dengan mobil sebelumnya," katanya.
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger