' Petani Gagal Panen Akan Diberi Bantuan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Petani Gagal Panen Akan Diberi Bantuan

Petani Gagal Panen Akan Diberi Bantuan

Written By dodi on Wednesday, July 11, 2012 | 8:00 AM

KAB.PURWAKARTA (LJ) – Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan (Distanhutbun) Kabupaten Purwakarta, akan memberikan benih unggul kepada para petani. Para petani yang mendapatkan bantuan adalah petani yang sawahnya mengalami kegagalan panen (puso), akibat kekeringan yang melanda tahun ini.

Hal itu dilakukan, untuk mengurangi beban yang diderita oleh para petani. “Para petani bisa memilih bibit yang akan diberikan. Apakah bibit padi atau palawija. Namun untuk mendapat bantuan tersebut, ada sejumlah persyaratan yang harus ditempuh,” kata dedi Setiadi Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Distanhutbun Kabupaten Purwakarta, Senin (10/7) terkait penyediaan bantuan benih bagi para petani.

Dikatakan, jika para petani mengalami puso dalam satu hektarnya minimal 75 persen, maka petani tersebut baru bisa mendapatkan benih. Namun jika pusonya kurang dari ketentuan diatas, maka petani yang mengalami puso tersebut tidak bisa mendapatkan bantuan. Sebab, masih ada hasil yang bisa diperoleh petani.

Dari itu, setiap petani bisa memilih jenis bibit unggul bantuan. Jika yang dipilihnya benih padi, maka petani akan mendapat 25 kilogram benih. Jika memilih benih jagung hibrida, maka petani akan mendapatkan 15 kilogram dan untuk benih kedelai, sebanyak 40 kilogram. Bantuan benih tersebut, dialokasikan untuk satu hektare lahan sawah.

Menyoal sumber anggaran untuk bantuan benih, Dedi Setiadi menjelaskan bahwa bantuan benih itu bersumber dari anggaran pusat dan provinsi. Meskipun pihaknya sudah menyiapkan bantuan benih unggul, tapi sampai saat ini belum ada petani yang mengajukan bantuan benih. Sebab di Purwakarta, belum terjadi puso dan masih dalam ancaman kekeringan.

Ditambahkan, dari 16 ribu hektare luas areal pertanian, 5.600 hektare di antaranya terancam kekeringan. Luasan tersebut, sebagian besar merupakan sawah tadah hujan dan setengah irigasi teknis. Sebenarnya, kata Dedi, pihaknya sudah menghimbau para petani berkaitan dengan musim kemarau yang akan terjadi tahun ini.

Para petani diimbau, tidak menanam padi melainkan beralih ke palawija. Terutama, bagi sawah tadah hujan. Namun Distanhutbun Purwakarta sangat menyayangkan. Pasalnya himbauan tersebut sepertinya tidak digubris oleh para petani. Akibatnya, sekitar 5.600 hektar lahan pertanian ternacam kekeringan karena kekurangan air.

Dijelaskan, dari 16 ribu hektar lahan pertanian, 5.000 hektare di antaranya sangat berpotensi ditanami palawija. Sedangkan dari total 5.000 hektar tersebut, 2.000 hektar di antaranya sudah ditanami tanaman palwija. “Dalam kondisi sekarang ini, tanaman palawija sangat membantu terutanam tanaman jagung dan kedelai,” katanya. YAS

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger