' Pesanan Meningkat, Laba Penjualan Kue Kering Malah Anjlok - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Pesanan Meningkat, Laba Penjualan Kue Kering Malah Anjlok

Pesanan Meningkat, Laba Penjualan Kue Kering Malah Anjlok

Written By dodi on Wednesday, July 25, 2012 | 8:00 AM

PURWAKARTA - Para pengusaha kue kering di sejumlah daerah mengaku sulit mengukur atau memprediksi laba akibat naiknya harga bahan baku, seperti telur dan gula pasir. Harga jual sulit dinaikkan sehingga mengakibatkan laba menjadi anjlok, meskipun sebenarnya order atau pesanan kue dari masyarakat dan pasar terus meningkat.

Nurdin (45), misalnya, pembuat roti skala kecil di Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta, Purwakarta, ini menyebutkan ongkos bahan baku pembuatan 1.100 roti naik dari Rp 550.000 menjadi Rp 590.000 akibat kenaikan harga telur, gula pasir, tepung, dan elpiji. Kenaikan harga bertahap dan umumnya terjadi sejak Mei 2012. Namun, harga jual roti sulit dinaikkan sehingga pendapatan kotor rata-rata tetap Rp 660.000.

"Keuntungan berkurang dari Rp 110.000 menjadi Rp 70.000 per hari. Ini akan terus turun jika harga bahan naik lagi. Kami khawatir kehilangan pelanggan jika harga dinaikkan,” kata Nurdin. Untuk memproduksi 1.100 potong roti, Nurdin memerlukan sedikitnya 25 kilogram tepung, 10 kg gula, dan 2 kg telur. Itu belum termasuk tepung terigu yang telah naik sebelumnya dari Rp 164.000 jadi Rp 167.000 per bal (isi 25 kg) tiga bulan lalu.

Para pedagang kue di Pasar Kue Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, juga mulai kebanjiran order sejak dua pekan lalu. Budi (48), pedagang di kios Pasar Kue Weru, mengatakan, permintaan tinggi, terutama untuk jenis wafer dan jajanan berisi cokelat berbentuk batangan. Kenaikan pesanan juga dirasakan untuk biskuit kemasan kaleng dan stoples.

”Naiknya bisa sampai tiga kali lipat. Kalau hari biasa tidak ada yang beli, bahkan barangnya pun tidak dikirim dari distributor. Saat menjelang puasa dan Lebaran, jajanan jenis ini yang banyak laku,” katanya. Meski demikian, tambahnya, harga kue dan jajanan di awal bulan puasa belum naik karena stok relatif banyak.

Kenaikan harga itu biasanya terjadi sepekan menjelang Lebaran, yakni saat permintaan jenis makanan itu sedang tinggi. Satu stoples wafer yang biasanya dijual Rp 23.000 menjelang Lebaran naik menjadi Rp 30.000 per stoples. Begitu juga dengan jajanan berisi cokelat berbentuk batangan yang naik dari Rp 10.000 per stoples menjadi Rp 15.000.

Sementara menurut, Yadi Abdul Patah (32), pedagang kue lainnya, tokonya banyak menerima permintaan minuman ringan. Minuman itu dijual Rp 3.000 per botol. Namun, di tangan konsumen langsung harganya Rp 5.000 per botol. Pasar Kue Weru di Cirebon merupakan pasar jajanan dan makanan grosir yang menjual produknya kepada toko dan warung di wilayah Jawa Barat. Banyak konsumen dan pelanggan Pasar Kue Weru berasal dari Bandung, Purwakarta, dan Karawang. YAS/TNC
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger