' Penilep 6 Triliun Dijerat Pasal Berlapis - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Penilep 6 Triliun Dijerat Pasal Berlapis

Penilep 6 Triliun Dijerat Pasal Berlapis

Written By dodi on Thursday, July 26, 2012 | 8:00 AM

PURWAKARTA - Bos Koperasi Langit Biru (KLB) berjuluk manusia Rp 6 triliun, Jaya Komara, telah ditahan di rumah tahanan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Jakarta. Dari Purwakarta, Jawa Barat, Jaya tiba di gedung Bareskrim Polri pukul 20.30 WIB, Rabu (25/7). Jaya datang dikawal oleh tim penyidik Bareskrim Polri beserta istri dan anaknya yang masih usia balita. Atas kejahatannya yang tergolong spektakuler itu, Polri pun membidiknya agar mendapat hukuman berat dengan menerapkan pasal berlapis.

"Untuk proses pidana, semua akan bergulir melalui peradilan pidana. Tentu nanti kita akan menunggu hasil lebih lanjut proses pidana ini," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Komisaris Boy Rafli Amar dalam keterangan persnya, Rabu (25/7). Dijelaskannya, Jaya Komara dikenai pasal berlapis, yaitu Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Kemudian Pasal 4 dan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Selain menciduk Jaya Komara, Polisi juga melakukan penangkapan terhadap istri dan sopir Jaya Komara. Istri Jaya ditangkap di rumahnya, setelah beberapa jam Jaya diciduk tak jauh dari sebuah hotel di Purwakarta. "Iya, istri serta sopirnya termasuk yang dibawa dari Purwakarta," kata Boy Rafli seraya menambahkan dirinya belum mengetahui apa keterlibatan istri dan sopir Jaya Komara, sehingga ikut dibawa penyidik ke Jakarta. "Kita tunggu saja hasil pemeriksaan," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jaya Komara dibekuk polisi pada Selasa (24/7) sekitar pukul 17.00 WIB, di sebuah hotel di Purwakarta. Sehari sebelumnya, polisi telah mengetahui keberadaan Jaya Komara, di sebuah hotel di Kawasan Matraman, Jakarta Timur. Namun, saat akan diringkus, Jaya Komarta sudah tidak ada di hotel. Kemudian, aparat melakukan pengembangan ke daerah Purwakarta, Jawa Barat, sampai akhirnya yang bersangkutan ditemukan saat hendak berbuka puasa.

Saat menangkap Jaya, petugas gabungan Bareskrim, Reskrinum Polda Metro Jaya dan Polda Jabar, menyita uang Rp 41 juta. Sebelumnya, polisi pun sudah menyita beberapa dokumen dari kantor Koperasi Langit Biru, seperti kuitansi penamam modal yang diketahui investor, dokumen dari kasir, 27 CPU, alat-alat kantor Koperasi Langit Biru, dokumen penyertaan modal, brosur, dan satu stempel pengesahan Koperasi Langit Biru.

Polisi pun masih menginventarisasi korban dan perputaran uang di koperasi tersebut, serta telah memeriksa 38 saksi. Koperasi Langit Biru beroperasi atas dasar Akta Notaris Winda Wirata No 24 tanggal 9 April 2011, yang diterbitkan Dinas Koperasi dan UMKM Banten, 20 Juli 2011. Tak seperti koperasi pada umumnya, KLB menawarkan investasi dengan imbalan hasil tinggi. Paket investasinya berkisar Rp 385 ribu-Rp 14 juta.

Imbal hasilnya mencapai 258,97 persen dalam dua tahun, atau 10 persen sebulan dari nilai penyertaan. Koperasi tersebut memutar uang nasabah di usaha broker daging. Koperasi Langit Biru sebelumnya mengaku telah menjaring 115 ribu investor dengan dana yang terkumpul di atas Rp 500 miliar. Tapi, pada kenyataannya keuntungan yang dijanjikan koperasi kepada para anggotanya, tak kunjung dibayarkan. Bahkan, uang yang disetorkan pun raib entah kenapa. YAS/COK
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger