' Penanganan Kasus Korupsi Proyek Dranaise Cirebon Dikebut - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Penanganan Kasus Korupsi Proyek Dranaise Cirebon Dikebut

Penanganan Kasus Korupsi Proyek Dranaise Cirebon Dikebut

Written By dodi on Monday, July 30, 2012 | 8:00 AM

CIREBON (LJ) - Terkait dengan proses penyelidikan dugaan korupsi proyek drainase Jalan Pemuda-Kota Cirebon, senilai sekitar Rp 6,9 miliar, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon dibantu tim ahli dari Politeknik Negeri Bandung melakukan pengecekan di lokasi, Minggu (29/07). Pengecekan yang dilakukan tim ahli tersebut juga bertujuan untuk melengkapi bukti-bukti penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.

Dalam penelitian tersebut, tim ahli yang didampingi penyidik Kejari mengambil sampel material dari 11 jembatan yang melengkapi drainase. Mereka terlebih dulu memfokuskan pada hasil proyek drainase Jalan Pemuda tahap I, yang menurut kontrak sepanjang sekitar 450,02 meter. Sampel material yang diambil, antara lain berupa batu, beton, pasir, hingga semen yang digunakan.

Ketua Tim Politeknik Negeri Bandung Iskandar menjelaskan selain kuantitas, pihaknya juga meneliti kualitas hasil proyek. Karena itu, selain mengambil sampel bahan material, tim juga mengukur panjang maupun tinggi drainase. "Sampel nantinya akan kami uji di laboratorium, apakah sudah sesuai spesifikasi sebagaimana yang tercantum dalam kontrak," kata dia.

Untuk dua paket pekerjaan tersebut, lanjutnya, penelitian awal semacam itu setidaknya membutuhkan waktu dua hingga tiga hari. Penelitian kuantitas berupa penghitungan volume material juga diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga hari. "Sedangkan penelitian kualitas yang mengamati mutu bahan, diperkirakan memakan waktu lebih lama yakni sekitar satu minggu. Karenan, penelitian kualitas mengharuskan sampel yang diambil diuji di laboratorium," jelas dia.

Dengan laboratorium yang dilengkapi sarana memadai. Dia menjamin, hasil penelitian akan akurat. Saat dilakukan pengambilan sampel, pada salah satu jembatan ditemukan adanya konstruksi beton yang retak. "Namun itu belum tentu karena kualitas dan kuantitasnya tidak sesuai spek. Kan masih harus diteliti di lab," tandas dia.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kota Cirebon Hadiman mengatakan, penelitian tim ahli ini untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek. "Tim ahli nantinya bisa jadi bertindak sebagai saksi ahli apabila pada hasil penelitiannya nanti ditemukan adanya penyimpangan," kata dia.

Dia menyebutkan, penelitian kali ini lebih difokuskan pada paket satu. Penelitian yang sama juga akan dilakukan terhadap drainase paket dua di Jalan Terusan Pemuda sepanjang sekitar 661 meter. Selain unsur Kejari dan tim ahli Politeknik, turut hadir dalam pengecekan di lapangan tersebut, pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) dan pihak kontraktor.

Sekretaris DPUPESDM Sunarto yang turut mendampingi tim di lokasi mengatakan dalam pekerjaan proyek tersebut telah terjadi perubahan pekerjaan fisik yang disepakati PPTK, pengawas, dan kontraktor. "Perubahan itu semata-mata dilakukan untuk menyesuaikan fungsi drainase sebagaimana harusnya," kata dia.

Sebelumnya, pihak Kejari Kota Cirebon menyatakan tidak akan main-main dalam mengusut dugaan korupsi proyek drainase dan gorong-gorong di Jalan Pemuda, Kota Cirebon, senilai sekitar Rp7 miliar. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, pekan depan pihaknya bakal melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya.

"Tak menutup kemungkinan kami akan meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan jika alat bukti yang ada sudah dianggap cukup," kata Hadiman. Sejauh ini, pihaknya mengaku sudah mengantongi nama calon tersangka. Namun, Hadiman menolak menyebut identitasnya karena kasus tersebut belum resmi dinaikkan statusnya menjadi penyidikan. "Tunggu gelar perkara dulu minggu depan. Kalau statusnya dinaikkan jadi penyidikan berarti sudah ada tersangkanya," kata dia.

Saat ini, pihaknya masih mendalami dan berupaya menyimpulkan bukti-bukti dan keterangan para saksi. Kalau bukti lengkap dan kesimpulan sudah diperoleh, pihaknya pasti akan menaikkan status penyidikan dan menetapkan tersangka. "Saat ini, kami masih mendalami dan berupaya menyimpulkan keterangan-keterangan dari para saksi," ujarnya.

Hingga Jum'at (27/07) kemarin, pihaknya sudah memeriksa 18 orang saksi, di antaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) Wahyo, kontraktor satu orang dari PT MKA berinisial HSH, tiga orang pengawas, seorang PPTK, seorang bendahara pengeluaran, mantan pengawas, dan pihak terkait lain. Dalam penyelidikan tersebut, pihaknya juga melibatkan saksi ahli dari BPKP serta ahli teknis. GYO/APP
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger