' Pemkab Cianjur Abaikan Penderita HIV/AIDS - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Pemkab Cianjur Abaikan Penderita HIV/AIDS

Pemkab Cianjur Abaikan Penderita HIV/AIDS

Written By dodi on Thursday, July 12, 2012 | 8:00 AM

CIANJUR (LJ) - Penderita penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur-Jabar, hingga kini sudah mencapai tahap yang mengkhawatirkan, yaitu sebanyak 281 orang. Mereka terdiri atas 90 orang terinfeksi HIV dan 191 menderita AIDS. Sebanyak 32 orang meninggal dunia akibat penyakit paling mematikan di dunia itu. Namun, walau saat ini penderitanya sudah cukup banyak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur terkesan menganggap sepele atau meremehkan.

Indikasinya, Pemkab hanya mengalokasikan dana Rp 35 juta untuk kegiatan penanggulangan HIV/AIDS pada tahun ini.
Anggaran sebesar itu dinilai sangat minim, dan besaran anggaran tersebut jauh merosot dari anggaran yang sebelumnya diajukan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Cianjur sebesar Rp 400 juta. Dari sini muncul anggapan banyak pihak, bahwa kepedulian Pemkab Cianjur dalam penanganan HIV/AIDS sangat minim, bahkan dikatakan tidak serius.

Direktur Gerakan Penanggulangan Narkoba dan AIDS (GPNA) wilayah Cianjur-Sukabumi Asep Mirda Yusuf menyebutkan, nilai anggaran yang diberikan Pemkab Cianjur tersebut sangat keterlaluan. Pasalnya, kalau dibandingkan dengan daerah lain, semisal Kota Sukabumi dan Kabupaten Bogor, nilai anggaran untuk penanggulangan AIDS di masing-masing daerah tersebut bisa mencapai Rp 500 juta per tahunnya. “Akibat kecilnya alokasi dana penanggulangan ini, dapat dipastikan semua program tidak akan berjalan maksimal,” tegas Asep kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya, kecilnya anggaran tersebut bukan sebatas persoalan ada dan tidak adanya anggaran yang dimiliki pemerintah, namun lebih kepada rendahnya kepekaan pemerintah terhadap persoalan HIV/AIDS tersebut. Padahal, tegas dia, persoalan HIV/AIDS di Cianjur merupakan fenomena gunung es yang suatu saat nanti akan mencuat ke permukaan.
"Kalau seperti ini kenyataannya tunggu saja kehancuran Cianjur. Dalam kurun tiga tahun ke depan, jumlah penderita HIV/AIDS bisa berlipat dari jumlah sekarang bahkan bisa mencapai ribuan," tandasnya.

Sekretaris KPA Kabupaten Cianjur Hilman Kurnia menyebutkan awalnya pihaknya mengajukan dana sekitar Rp 400juta. Namun Pemkab Cianjur hanya menyanggupi sebesar Rp 50 juta. "Namun saat realisasi turun lagi jadi Rp 35 juta. Kami tidak tahu kenapa, namun ya memang begitu kenyataannya," tutur Hilman yang mengaku tak habis pikir dengan sikap Bupati Cianjur dan jajarannya yang tidak peduli pada masalah kesehatan warganya.

Nilai anggaran tersebut menurut Hilman, dinilai ironis dengan kasus HIV/AIDS di Cianjur yang kondisinya semakin parah setiap tahun. Secara geografis letak Kabupaten Cianjur adalah wilayah lintasan atau transit, sehingga resiko peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS semakin besar. “Sa’at ini tingkat pemahaman masyarakat Cianjur terhadap HIV/AIDS hanya 5% saja,”katanya.

Ditempat terpisah, Sekjen Forum Masyarakat Cerdas Cianjur (FMC2), Aziz Muslim, menyayangkan minimnya dana untuk penanggulangan HIV/AIDS. “Dengan dana sebesar itu apa yang bisa dilakukan, sementara letak geografis sangat mendukung peningkatan penderita HIV/AIDS dan juga tidak ketersediaan lapangan kerja yang memadai, sehingga banyak perempuan asal Cianjur bekerja ditempat hiburan di daerah wisata seperti Jakarta, Bandung,  Bali, Batam sampai ke Irian Jaya,” kata Azis kepada LINGKAR JABAR. RUS

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger