' Pangandaran, Salah Satu Kawasan Wisata Strategis Nasional - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Pangandaran, Salah Satu Kawasan Wisata Strategis Nasional

Pangandaran, Salah Satu Kawasan Wisata Strategis Nasional

Written By dodi on Wednesday, July 18, 2012 | 1:10 AM

BANDUNG - Kepala Bagian Perencanaan dan Kerja Sama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Frans Teguh mengemukakan bahwa pengembangan kawasan Pantai Pangandaran di Jawa Barat sebagai salah satu objek wisata andalan di Indonesia memasuki tahap penataan manajemen untuk mengidentifikasi tugas dan fungsi setiap pemangku kepentingan.

Menurutnya, pembagian tugas dan fungsi dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kelompok masyarakat, serta dunia industri harus jelas agar tidak terjadi duplikasi peran atau rivalitas dalam pengelolaan destinasi wisata tersebut. "Pangandaran pada posisi hari ini sebetulnya sudah memasuki tahap dua, di mana kita ingin menata manajemen destinasinya dan mengindentisikasi setiap sektor akan mengerjakan apa," jelasnya kepada wartawan belum lama ini.

Pangandaran termasuk salah satu Destination Management Organization (DMO) yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam rencana induk pengembangan kawasan wisata strategis nasional bersama dengan 14 lokasi lainnya, yaitu Sabang, Danau Toba, kawasan kota tua Jakarta, Tanjung Puting, Borobudur, Bromo dan Semeru serta kawasan Tengger, Danau Batur, Rinjanji, Pulau Komodo, Wakatobi, Derawan, Tana Toraja, Bunaken, serta Raja Ampat.

DMO adalah tata kelola destinasi pariwisata yang mencakup perencanaan, koordinasi, implementasi, dan pengendalian organisasi pariwisata di Indonesia yang ditetapkan pada 2010. Setidaknya terdapat empat tahap dalam pengembangan DMO yaitu gerakan peningkatan kesadaran kolektif dari berbagai pemangku kepentingan pada tahap pertama sehingga memiliki persepsi yang sama dalam membangun destinasi pariwisata.

Tahap kedua adalah pengembangan manajemen yang meliputi penataan dan perencanaan peta jalan pembangunan destinasi pariwisata. Sedangkan tahap ketiga adalah pengembangan bisnis untuk mendorong kemampuan wirausaha sehingga masyarakat lokal mendapat manfaat dari aktivitas pariwisata. Tahap terakhir adalah penguatan organisasi atau kelembagaan sehingga setiap pemangku kepentingan mempunya rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap destinasi wisata tersebut.

"Khusus untuk Pangandaran yang berada di wilayah Kabupaten Ciamis, kita sudah bergerak ke tahap dua meskipun ada catatan kita karena bagaimana pun peningkatan gerakan kesadaran kepemilikan dari seluruh pemangku kepentingan harus ditumbuhkan supaya ketika memasuki tahap perencanaan manajemen sudah memiliki persepsi yang sama," jelas Frans.

Pemekaran wilayah Pangandaran menjadi kabupaten tersendiri, menurut dia, tidak akan mengubah kebijakan DMO yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif karena sifat industri pariwisata tidak mengenal batas wilayah administratif. "Soal pemekaran itu sebenarnya otoritas daerah dan termasuk juga bisa menjadi bagian penting untuk menggerakkan pariwisata, tetapi itu sebetulnya bukan domain kebijakan pariwisata yang mendorong akselerasi Pangandaran menjadi salah satu destinasi unggulan di Indonesia," tuturnya.

Secara keseluruhan, Frans menilai perkembangan Pangandaran untuk menjadi tujuan wisata unggulan yang dikelola secara profesional sudah mengalami kemajuan. Bahkan Pangandaran menjadi proyek percontohan dalam program DMO yang mendapatkan dana hibah dari United Nation of World Tourism Organization.

Namun, kata Frans, dibutuhkan upaya berkelanjutan dari berbagai pihak yang terlibat untuk membangun sistem pariwisata di Pangandaran. "Di Pangandaran itu harus terbangun satu sistem pariwisata yang baik dari sektor perdagangan, pertanian, nelayan, dan industri wisata lainnya. Harus saling melengkapi untuk menjadikan Pangandaran aman, nyaman, dan berkesan untuk dikunjungi," pungkasnya. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger