' Pahlawan Devisa, Dilecehkan Oknum Group Money Changer Bandara Sutta - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Pahlawan Devisa, Dilecehkan Oknum Group Money Changer Bandara Sutta

Pahlawan Devisa, Dilecehkan Oknum Group Money Changer Bandara Sutta

Written By dodi on Monday, July 23, 2012 | 8:00 AM

KAB. MAJALENGKA, (LJ)- Pahlawan Devisa istilah yang sering dipakai Pemerintah Republik Indonesia untuk para tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di luar negeri, ternyata tidak seindah dengan kenyataan yang ada, apalagi ketika mereka baru tiba dari negeri rantau justru menjadi menjadi korban perbuatan biadab oknum-oknum di Bandara Sukarno Hatta (Sutta), Tangerang, Jawa Barat.

Banyak para TKW ini, sering mendapat perlakuan tidak senonoh dan pelcehan seksual oleh beberapa penjual jasa penukaran uang (Group Money Changer) yang mangkal di Bandara Soekarno Hatta (Sutta) dengan alasan penukaran mata uang Arab dengan mata uang Republik Indonesia yakni “rupiah”, mereka bak seorang petugas, dengan cekatan satu persatu para TKW itu diperiksa, digeledah, digerayangi seluruh anggota tubuh, bahkan ada yang ditelanjangi secara paksa ditempat umum. 

Hal ini dialami Juariyah Bt Abd Mutolib K (36) asal warga Desa Sutawangi RT 04/ RW 06 Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka. Sebagai salah seorang TKW yang diberangkatkan ke Arab Saudi melalui PPTKIS. PT. Dwi Citra Mandiri Jakarta. Saat kepulangannya dari Arab Saudi, dia mendapat perlakuakn tak senonoh para oknum-oknum yang ada di Bandara Soekarno Hatta (Bandara Sutta) pada tanggal 18 Juli 2012 lalu.

Dijelaskan Juariyah, saat itu, ketika hendak mengurus tiket untuk pulang kekampung halaman, tiba-tiba didatangi beberapa orang berseragam, kemudian satu persatu para TKW yang baru tiba di Bandara itu diperiksa, dengan alasan penukaran mata uang Arab yang dibawa para TKW .

Pemeriksaan itu dilakukan dengan cara-cara yang tidak senonoh dan tidak manusiawi, sangat memalukan, bahkan ada beberapa teman sampai ditelanjangi ditempat terbuka, sehingga banyak mata lelaki yang melihat peristiwa yang memalukan itu”. Katanya kepada LINGKAR JABAR ditempat kediamannya.

“Kami diperiksa secara paksa, diintimidasi, bahkan mereka tidak segan-segan mengancam para TKW yang tidak menurut, akan dilaporkan kepolisi. Beruntung saya sendiri tidak sampai ditelanjangi seperti teman-teman yang lainnya. Dan sengaja saya informasikan masalah ini, agar pihak Pemerintah dan pihak-pihak berwajib, segera memberantas praktek-praktek dengan cara yang tidak terpuji itu agar jangan terulang dan menimpa para TKW Indonesia lainnya,"katanya.

Seraya menambahkan, kalau pemerintah meanggap kamia sebagai pahlawan devisa, tolong  perlakukan kami secara terhormat dan tindak tegas oknum yang melecehkan harkat martabat kami,”harapnya serius.(LIL)    
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger