' Museum Linggarjati, Obyek Wisata Sejarah di Kuningan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Museum Linggarjati, Obyek Wisata Sejarah di Kuningan

Museum Linggarjati, Obyek Wisata Sejarah di Kuningan

Written By dodi on Thursday, July 19, 2012 | 8:00 AM

Perundingan atau perjanjian Linggarjati bisa dianggap sebagai sebuah perjanjian yang sangat penting bagi negara Indonesia. Perundingan ini mempunyai hubungan yang erat dengan eksistensi pemerintah Indonesia di mata dunia pada waktu itu, baik secara de facto maupun de jure. Di antara isi pokok perjanjian Linggarjati, adalah Belanda mengakui secara De Facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan yang meliputi Sumatra, Jawa, dan Madura.

Republik Indonesia dan Belanda akan bekerja sama dalam membentuk negara Indonesia Serikat, yang salah satu negara bagiannya adalah Republik Indonesia. Kemudian, Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda selaku ketuanya.

Gedung Linggarjati mempunyai sejarah yang panjang. Johannes Van Os, ialah orang yang pertama kali memperbaiki rumah ini dan menjadikannya rumah keluarga pada 1930. Sebelumnya rumah ini hanyalah sebuah gubuk milik ibu Jasitem yang kemudian diperistri oleh orang Belanda. Pada 1935, oleh Van Hetker gedung ini dikontrak dan di rombak lagi menjadi Hotel Rustoord.

Pada zaman pendudukan Jepang, gedung ini direbut dan dijadikan Hokai Ryokai pada 1942. Pada 1945 pejuang kita berhasil merebutnya dan dijadikan sebagai markas BKR dan diubah namanya menjadi Hotel Merdeka. Perundingan Linggarjati pun terjadi pada tanggal 10-13 November 1946. Kemudian pada 1950-1975, sempat digunakan untuk Sekolah Dasar Linggarjati 1.

Pada akhirnya gedung ini dijadikan museum setelah direnovasi. Pada 1985, sang anak pemilik rumah yaitu Dr. Willem Van Os dan Joty Kulve-Van Os yang memang dibesarkan di rumah ini berhasil memperjuangkannya untuk dikukuhkan sebagai cagar budaya dan memiliki nama Gedung Perundingan Linggarjati.

Komplek Meseum Linggarjati yang memakan lahan sekitar 2,4 hektare terletak dilereng Gunung Ciremai, tepatnya Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan. Udara yang sejuk, tersaji di lingkungan ini, karena terletak pada ketinggian sekitar 400 meter dari permukaan air laut. Halaman Museum Linggarjati juga terlihat asri dengan rumput hijaunya yang menghampar.

Terlebih Gunung Ciremai yang tinggi menjulang menjadi background yang sempurna dari Museum Linggarjati. Ditambah dengan pepohonan rindang terlihat di sisi kanan museum menambah kesan asri lingkungan museum. Belum lagi, bangunan museum yang memiliki gaya bangunan khas rumah-rumah jaman belanda, menambah daya hayal ke masa lampau.

Bangunan museum terdiri dari beberapa ruang, yaitu ruang tamu, ruang tengah, kamar tidur, kamar mandi dan ruang belakang. Di ruang tengah yang merupakan ruang utama, dimana perjanjian Linggarjati dilaksanakan, masih terdapat prototype perundingan antara Indonesia dan Belanda.

Meja memanjang dan kursi yang masih diduduki patung-patung peserta perundingan, misalnya Sutan Sjahrir, Mr.Soesanto Tirtoprodjo, Mr.Van Poll, dan lainnya. Tak hanya itu, di dinding bangunan terpajang dokumentasi perundingan berupa foto, yang bisa menunjukkan kepada kita peristiwa pada saat itu.

Hal yang sama terdapat di ruang kamar. Foto yang didalam kamar menunjukkan foto dari delegasi yang tidur di kamar tersebut. Ada sebuah replika yang menggambarkan peristiwa perundingan berlangsung yang ditempatkan disebuah kotak kaca di dekat pintu masuk. Ada juga sebuah piano dengan model klasik. “Pokoknya sangat senang jika wisata kesini. Selain bisa menikmati udara yang segar, kita juga bisa belajar sejarah sambil menghayal ke masa lampau,” ungkap Teguh, seorang pengunjung belum lama ini.

Akses menuju Museum Linggarjati pun sangat mudah. Jika kita berangkat dari Kota Cirebon kurang lebih bisa ditempuh dengan waktu 1 jam atau sekitar 25 kilometer dari perbatasan Cirebon-Kuningan. Kita bisa memakai kendaraan pribadi baik mobil maupun motor, karena jalan menuju museum sangat mulus dan lebar, terlebih banyak petunjuk jalan menuju museum bersejarah tersebut. APP
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger